Senin, 3 Mei 2010 14:46 WIB News Share :

Belum ada peserta lelang harta karun setor deposit US$ 16 juta

Jakarta--Sejumlah pihak tertarik pada lelang harta karun peninggalan Kerajaan Tiongkok dan Kerajaan Persia yang ditaksir berharga Rp 720 miliar pada 5 Mei. Namun belum ada satu pihak pun yang mendaftar sebagai peserta lelang dengan menyetorkan deposit US$ 16 juta sebagai syarat.

“Yang sudah menghubungi banyak, tapi yang menyetorkan deposit US$ 16 juta belum ada,” kata Pelaksana Tugas Direktur Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) Sudirman Saad, Senin (3/5).

Mengapa deposit yang harus disetor cukup banyak? “Karena UU mensyaratkan demikian,” jawab Saad. Pendaftaran peserta lelang berakhir hari ini.

Jumlah barang yang dilelang sebanyak 271 ribu keping dan dijual dengan sistem lot.

Pengangkatan harta karun dari perairan Laut Jawa, utara Cirebon, itu juga melibatkan ahli dari Belgia, Luc Heymans. Sebagaimana dilansir kantor berita AFP, Heymans menyatakan, temuan itu adalah salah satu yang terbesar yang ditemukan di Asia dan sebanding dengan Atocha, kapal Spanyol yang tenggelam di Florida 1622.

Item yang dilego mencakup rubi, mutiara, perhiasan emas, batu kristal dari dinasti Fatimiyah, gelas dari Iran dan porselen indah kekaisaran Cina peninggalan sekitar tahun 976.

“Pada waktu itu ada banyak perdagangan yang terjadi di antara Arab dan India dan datang ke Jawa dan Sumatra,” kata Heymans.

Heymans meyakini di dalam kapal yang karam itu terdapat duta besar karena begitu banyak ditemukan porselin kekaisaran China.

Rincian harta karun yang dilelang antara lain vas bunga terbesar dari Dinasti Liao (907-1125), barang-barang Yue Mise dari era Lima Dinasti (907-960) dengan warna hijau khusus untuk Kaisar. Selain itu ada juga 11.000 mutiara, 4.000 rubi, 400 safir merah dan lebih dari 2.200 batu akik.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…