Senin, 3 Mei 2010 21:02 WIB Solo Share :

“Penerapan car free day harus melalui kajian”

Solo (Espos)–Kalangan legislatif mengingatkan penerapan car free day dan walking street harus melalui kajian dan memiliki parameter yang jelas.

“Jadi memang yang utama adalah adanya kajian dan parameter yang jelas. Memang maksudnya untuk mengurangi emisi gas buang, tapi parameternya juga harus ada dulu,” ungkap Wakil Ketua DPRD Solo Supriyanto kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (3/5).

Dia menyatakan, sebelum car free day diterapkan harus ada sosialisasi dan kesepakatan antara warga sekitar dan Pemkot Solo. Hal itu untuk mengindari adanya resistensi setelah program itu dilakukan. Dia menambahkan, penerapan program car free day jangan terlalu dipaksakan sebelum ada kesepakatan dengan pedagang ataupun masyarakat.

Politisi asal Partai Demokrat itu mengatakan, tahapan perencanaan dan sosialisasi harus diutamakan sebelum program dijalankan. ”Sehingga nanti dalam pelaksanaan tidak ada permasalahan teknis lagi. Makanya harus ada konsep yang jelas. Tidak hanya slogan mengurangi emisi gas buang saja, tapi harus benar-benar ada dampak mengurangi gas buang,” terang dia.

Rencananya, car free day akan mulai diterapkan Mei ini. Pada tahap awal, car free day akan diberlakukan di Jl Slamet Riyadi pada jam tertentu dan hari tertentu.

dni

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…