Minggu, 2 Mei 2010 13:49 WIB News Share :

TPK Koja rugi miliaran rupiah

Jakarta–Aksi mogok kerja dilakukan sekitar 500 karyawan Kerja Sama Operasi (KSO) Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, hari ini Minggu (2/5). Aktivitas bongkar muat di TPK Koja pun terhenti, kerugian akibat terhentinya aktivitas kerja ini ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Wakil Ketua Serikat Pekerja KSO TPK Koja, Ainur Rofiq di areal TPK Koja. “Kerugiannya bisa sampai Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar dalam sehari. Itu hitungan kotornya ya. Kalau plus yang lain-lain bisa lebih,” ujarnya.

Rofiq beserta sekitar 500 karyawan KSO TPK Koja menggelar orasi dan unjuk rasa mengisi aksi mogok kerja yang mereka lakukan di areal pintu masuk TPK Koja, Jalan Timor I, Koja, Jakarta Utara.

Dia menjelaskan, setiap harinya paling sedikit ada dua kapal besar yang merapat di areal TPK Koja. Kapal-kapal tersebut membawa ratusan kargo atau boks-boks berisi berbagai produk impor. “Kargo-kargo ini yang nilainya bisa mencapai miliaran,” ungkapnya.

Ditambahkan, sejak aksi ini dilakukan yakni pada Sabtu (1/5) , tidak ada satu pun aktivitas bongkar muat berlangsung di TPK Koja. Menurut dia, aksi ini masih akan terus berlanjut hingga tengah malam nanti. “Untuk besok, aktivitasnya sudah kembali normal,” terangnya.

Namun, kata Rofiq, pihak pekerja KSO TPK Koja berencana akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar lagi jika tidak ada tanggapan serius dari pihak PT Pelindo II atas aksi mogok ini.

Ratusan karyawan KSO TPK Koja berunjuk rasa dan melakukan mogok kerja menuntut adanya kejelasan status karyawan dan perusahaan KSO TPK Koja. Mereka meminta agar status KSO TPK Koja segera diubah menjadi perusahaan berbadan hukum.

KSO TPK Koja merupakan bentukan kerja sama antara PT Pelindo II dan PT Hutchison asal Hongkong yang sehari-hari mengelola kegiatan bongkar muat di TPK Koja. Kerja sama kedua perusahaan ini akan berakhir pada tahun 2018.

kompas.com/ tiw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…