Minggu, 2 Mei 2010 19:51 WIB Issue Share :

16 Kelompok bersaing di Festival Teater Solo 2010

Solo (Espos)--Kelompok Teater Gidag Gidig asal Solo, kembali menggeber Festival Teater Solo pada 2010 ini. Festival teater dua tahunan itu, sekaligus meneruskan tradisi mencetak seniman teater sejak 1989.

“Festival Teater Solo sudah menjadi agenda rutin tahunan, kemudian ganti dua tahunan  mulai 1992. Festival ini berjalan mengalir begitu saja,” ujar pimpinan Teater Gidag Gidig, Hanindawan dalam pembukaan Festival Teater Solo 2010, Sabtu (1/5) malam, di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah.

Festival Teater Solo 2010<I> yang akan berlangsung hingga Rabu (5/5) mendatang, diikuti 16 grup dari kelompok teater tingkat SMA sederajat. Meski membawa titel Kota Solo, tapi tak sedikit kelompok teater dari luar kota ikut berkompetisi di festival ini. Sebagian peserta dari luar kota tersebut antara lain dari Sragen, Cilacap, Karangnyar, Sragen, Slogohimo, dan Semarang.

Di hari pertama festival yang telah berjalan kali ke-13 ini, tiga kelompok tampil dengan mengusung penampilan masing-masing. Teater Sukma dari SMKN 2 Semarang menyajikan lakon <I>Kebo Nusu Gudel<I> karya Dheny Jatmiko yang disutradarai Ifanah. Sedangkan Teater SMALA dari SMAN 5 Semarang membawakan karya TB Kamaludin berjudul Mimpi-Mimpi. Sementara penampil ketiga di hari itu, Teater REL dari SMKN 8 Solo menyajikan karya D Djayakusuma berjudul Wek-Wek dengan disutradarai T Sapto Sayoga.

“Bagi kami, teater sebagai wadah untuk menuangkan imajinasi. Tapi juga mengolah bakat akting, penguasaan pertunjukan, serta menyuarakan idealisme,” kata Gea Ayunda dari Teater SMALA, SMAN 5 Semarang.

hkt

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…