Sabtu, 1 Mei 2010 12:43 WIB Boyolali Share :

Ribuan buruh Boyolali tuntut penghapusan outsourcing

Boyolali (Espos)–Ribuan buruh dari berbagai perusahaan di Boyolali, Sabtu (1/5), menggelar aksi memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day. Mereka menuntut lima hal, diantaranya penghapusan system outsourcing, menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), penolakan ACFTA, revisi UU 3/1992 tentang Jamsostek, penolakan system kontrak dan menuntut 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Dari pantauan Espos, aksi ini dimulai dari Stadion Pandanarang menuju ke Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) yang berjarak sekitar 200 meter dari Stadion Pandanarang.

Di kantor Disnakertransos, para buruh diterima Kepala Disnakertransos Sugianto. Seusai bertemu sekitar 10 menit, massa kemudian longmarch  ke kantor Pemkab Boyolai di Jalan Merbabu yang berjarak sekitar dua kilometer. Di sepanjang jalan, para buruh terus meneriakkan orasinya. Tepat di samping tugu jam depan Pasar Boyolali Kota, para buruh sempat berhenti untuk berorasi.

Sesampai di kantor Pemkab, para buruh diperkenankan masuk hingga ke halaman Pendapa, untuk beraudiensi dengan Bupati Boyolali Sri Moeljanto.
Setelah menunggu, Bupati Boyolali bersama Kapolres AKBP Agus Suryonugroho dan beberapa jajaran pejabat Pemkab menemui para peserta aksi di depan Pendapa.

fid

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…