Jumat, 30 April 2010 15:11 WIB News Share :

Usai diberi penjelasan, warga Sumedang mulai tenang

Sumedang–Warga Perumahan Tanjungsari Permai, Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat, tempat terjadinya pergerakan tanah yang mengeluarkan suara dentuman laksana ledakan sudah mulai tenang.

Hal tersebut seperti yang diutarakan warga setempat, Saeful Ridwan, Jumat (30/4). “Kalau dulu, ketika tanah berbunyi, warga langsung keluar. Sekarang sudah agak tenang, baik laki laki dan perempuan.” ujarnya. Ia menambahkan aktivitas warga juga sudah kembali normal.

“Memang awalnya mereka ingin mengungsi, bahkan pindah rumah. Tapi, setelah ada penjelasan dari Badan Geologi, warga sudah merasa tenang,” kata Saeful, seraya menyatakan bahwa sampai saat ini tidak ada retakan tanah yang terlihat.

Terkait kasus ini, Badan Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi berencana memasang GPS. Sebelumnya, mereka telah memasang seismograf digital di lokasi itu untuk memantau gerakan tanah yang terjadi.

“Gerakan tanahnya kemungkinan berada di kedalamam dua  kilometer, dan akan berhenti dengan sendirinya kalau sudah stabil,” ujar petugas Badan Geologi, Muhamad Endang Ilyas

Ia menambahkan,  suara dentuman keras dan getaran yang dirasakan warga, hanya akan berlangsung sampai tanah kembali stabil. Pergerakan tanahnya bersifat lokal, dengan radius sekitar 1 kilometer, tapi tidak sampai membuat tanah merekah. ”

Warga tidak usah panik kalau ada suara gemuruh dan getaran karena tidak akan merobohkan rumah,” tandasnya.

tempointeraktif/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…