Jumat, 30 April 2010 19:40 WIB Sragen Share :

Tuntut adili 10 pelaku penganiayaan, ratusan warga kepung Mapolsek Sambirejo

Sragen (Espos)--Ratusan warga dari Desa Kadipiro dan Sambirejo mengepung Mapolsek Sambirejo, Kamis (29/4) malam. Mereka menuntut aparat mengadili 10 orang pelaku dugaan penganiayaan terhadap enam warga dua desa tersebut.

Peristiwa pengepungan Polsek Sambirejo dipicu adanya dugaan penganiayaan yang melibatkan anak salah satu anggota Polsek Sambirejo dengan inisial NN. Sementara sebanyak enam korban penganiayaan di antaranya Ari, 14, Bayu, 15, Agung, 14, Doni, 16, Eko, 17, dan Rudi, 15, remaja asal Kerjo, Karanganyar. Dua korban di antaranya mengalami luka cukup serius di bagian kepala, tangan dan punggung.

Eko Ari Wibowo, warga Gadingrejo, RT 11, Desa Kadipiro terpaksa opname di Puskesmas Sambirejo, karena mengalami luka serius pada lengan kanan, punggung dan kepala. Warga Kerjo yang belum diketahui identitasnya dilarikan ke RSUD Sragen, lantaran luka di bagian wajah. Kabarnya hidung korban bakal dioperasi akibat penganiayaan itu.

Kasatreskrim AKP Y Subandi bersama anggota Polres Sragen segera meluncur ke Polsek Sambirejo setelah menerima laporan itu. Sejumlah petugas segera melakukan pemeriksaan saksi dan korban yang masih sehat. Dari hasil pengembangan kasus, sebanyak empat orang yang diduga pelaku, dibawa ke Mapolres Sragen.

Saksi asal Gempol, Desa Sambirejo, Winarno, 25, mengatakan, sejumlah pelaku tiba-tiba datang dan langsung memukul Eko Ari Wibowo saat <I>nongkrong<I> di bengkel milik Parsono sekitar pukul 17.00 WIB. ”Eko langsung dipukuli dengan selang radiator pada bagian punggungnya. Mereka ada yang membawa potongan bambu dan senjata tajam,” ujarnya.

”Kejadian itu berawal saat saya nongkrong bersama teman-teman di depan SD Sambirejo I. Tiba-tiba seorang pemuda berinisial NN melaju dengan motor cukup kencang dan hampir menyrempet kami. Kami memintanya berhenti dan bakal ditanya baik-baik. Tapi dia malah kasar dan pergi dengan menancap gas berulang-ulang (gleyer). Tak lama berlalu, saya didatangi massa dan menendang saya saat di bengkel. Saya terjatuh dan dipukuli dengan selang. Saya merasa pusing setelah terkena pukulan itu,” kisah Eko saat ditemui Espos, di Puskesmas Sambirejo, Kamis malam.

Massa yang mengepung Mapolsek Sambirejo akhirnya bubar sekitar pukul 23.00 WIB, setelah tokoh Sambirejo Sunardji menyampaikan sebanyak empat tersangka diperiksa di Mapolres Sragen.
Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari melalui Kasatreskrim AKP Y Subandi menyatakan bakal menindaklanjuti perkara ini. Dia tidak mengistimewakan perkara ini, meskipun pelaku diduga melibatkan anak anggota polisi. ”Kami tetap akan menindaklanjuti perkara ini. Empat calon tersangka dibawa ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk barang bukti dan sebagainya belum diketahui,” tambahnya.

trh

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…