Jumat, 30 April 2010 11:39 WIB News Share :

Si pemburu harta karun, Michael Hatcher dicekal

Jakarta–Pemburu harta karun yang telah merugikan Indonesia triliunan rupiah, Michael Hatcher masih terus diburu. Polri bahkan telah melakukan pencekalan terhadap warga negara Australia tersebut.

“Kita sudah lakukan pencekalan. Itu kan salah satu antisipasi kita,” ujar Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi di Mabes Polri, Jaksel, Jumat (30/4).

Menurut Ito, Polri memang belum berhasil mengetahui keberadaan Hatcher. Namun, sejumlah tim polisi air sudah melacak jejak aktivitas Hatcher. “Kita masih menyelidiki,” jelasnya.

Michael ‘Mike’ Hatcher lahir di York, Inggris, tahun 1940. Hidup masa kecilnya kurang beruntung. Dia menetap di sebuah panti asuhan. Pada umur 14 tahun, dia hijrah ke Australia. Perburuan muatan kapal karam dimulai tahun 1970 dengan sebuah yacht tua yang direnovasi.

Pada 1981 berhasil mengangkat isi kapal tenggelam di Malaysia, tahun 1985 di Tanjung Pinang Indonesia, dan tahun 1998 di Indonesia. Di dunia internasional dia dijuluki The Wreck Salvage King (Raja Penyelamat Kapal Karam).

Saat berhasil mengangkat  kapal Geldermasen milik VOC di Karang Heliputan, Tanjung Pinang, tahun 1985-1986, Hatcher mendapatkan 126 emas batangan dan 160 ribu benda keramik dinasti Ming dan Ching. Nilainya tidak kurang dari US$ 15 juta saat itu.

Lalu Hetcher mengangkat kapal Tek Sing di Perairan Kepulauan Bangka, Sumatera Selatan tahun 1999 lalu. Nilainya Rp 500 miliar. Kini Hatcher diduga muncul kembali di perairan Blanakan, Subang. Jika Hatcher berhasil mengangkat harta karun dari Subang, maka ini akan menjadi rekor selama karirnya. Diperkirakan porselen dinasti Ming yang tenggelam di sana tidak kurang dari US$ 200 juta.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…