Jumat, 30 April 2010 21:12 WIB Solo Share :

Pengoperasian BRT, diharap tidak sampai picu benturan

Solo (Espos)--Kalangan Komisi III DPRD Solo mengingatkan pengoperasian bus rapid transit (BRT) jangan sampai menimbulkan benturan dengan awak angkutan kota lainnya.

Hingga saat ini, Komisi III mengaku belum pernah diajak berkomunikasi soal pengoperasian BRT yang akan diberi nama Batik Solo Transit (BST). “Secara prinsip kami mendukung karena ini program yang baik. Namun, juga harus diperhatikan dampak-dampak. Jangan sampai menimbulkan benturan dengan angkutan kota lainnya,” ungkap Sekretaris Komisi III, Umar Hasyim di Gedung Dewan, Jumat (30/4).

Selain itu, lanjut dia, rute BRT juga direncanakan akan sampai Bandara Adisumarmo. Sehingga, lanjut dia, harus diperhatikan agar jangan sampai overlap dengan angkutan lainnya.

Umar menyatakan, jika sampai ada overlap sebelum pengoperasian BRT harus ada komunikasi dengan angkutan kota lainnya. “Ini sangat penting agar tidak muncul resistensi saat pengoperasian. Jadi memang haus memperhatikan juga angkutan kota lainnya,” papar politisi PAN ini.

Dia mengatakan, selama ini pihaknya belum pernah diajak komunikasi dengan Dishub mengenai BRT. Selama ini memang sudah ada pembicaraan informal soal itu. Namun, kalangan Dewan belum mendapatkan penjelasan mengenai pengoperasian dan pengelolaan BRT.

Umar juga mempertanyakan apakah beroperasinya BRT itu juga akan memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD). “Hal-hal semacam itu yang belum jelas. Bagaimana pengoperasiannya dan teknis lainnya. Siapa yang mengelola apakah Pemkot atau pihak ketiga,” kata Umar.

Dia menyatakan, dalam waktu dekat Komisi III akan melakukan rapat dengan Dishub membahas mengenai hal itu. Hal senada juga disampaikan anggota Komisi III, Hartanti. Dia menyatakan, Komisi III akan membahas soal itu dengan Dishub.

“Yang paling penting adalah tidak menimbulkan ekses atau dampak yang memicu benturan dengan angkutan kota lainnya. Itu harus diantisipasi,” papar anggota Fraksi PDIP itu.

Di sisi lain, Umar menyatakan, dengan pertumbuhan kepadatan lalu lintas 7,6%/tahun, memang harus segera ada solusi yang jelas mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Diharapakn pengoperasian BRT bisa menjadi salah satu solusi.

dni

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…