Jumat, 30 April 2010 10:22 WIB News Share :

Pemerintah minta 1 Mei, buruh tak gelar aksi

Jakarta— Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Djoko Suyanto mengimbau kepada seluruh pekerja Indonesia untuk tidak merayakan Hari Buruh Sedunia pada 1 Mei 2010.

“Diimbau agar perusahaan merayakan peringatan Hari Buruh di lingkungan perusahaan masing-masing bersama segenap karyawan,” kata Menko Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto di Jakarta, Jumat (30/4).

Djoko juga meminta, agar peringatan itu dapat dilaksanakan dengan tertib, aman dan damai, tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara untuk mengamankan jalannya Hari Buruh Sedunia itu, Kepolisian Daerah Metro (Polda) Jakarta Raya akan menurunkan sekitar 15.000 anggota polisi untuk mengamankan peringatan Hari Buruh (May Day) yang jatuh pada Sabtu 1 Mei 2010.

“Sebanyak 7.441 di luar rutin, sedangkan yang rutin ada 8.000,” kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ronny Sompie.

Ronny menambahkan kemungkinan jumlah itu akan ditambah lagi sesuai kondisi di lapangan.
“Personel Polda Metro ada 31 ribu. Kalau ada perkembangan, 2/3 kekuatan kami terjunkan lagi,” ujar Ronny.

Ronny menuturkan Polda Metro juga sudah berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Banten untuk melakukan penyekatan agar massa tidak semuanya masuk ke Jakarta pada Hari Buruh.

Sementara hingga Rabu (28/4), sembilan kelompok pekerja dengan estimasi massa sekitar 5.000 orang sudah melaporkan kegiatan mereka untuk memperingati Hari Buruh. Jumlah ini tidak tertutup kemungkinan akan bertambah.

vivanews/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…