Jumat, 30 April 2010 12:22 WIB News Share :

Meteor berukuran kecil sulit terpantau

Jakarta–Benda yang diduga meteor yang jatuh di Duren Sawit diperkirakan berukuran kecil. Karena itulah, benda tersebut tidak terpantau alat pemonitor.

Hal tersebut diungkapkan peneliti utama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, Jumat (30/4).
“Kalau dilihat dari kerusakannya, paling sebesar bola atau kelapa. Ukuran di bawah 10 meter umumnya tidak terpantau,” ujarnya.

Thomas mengatakan, meteor-meteor yang dapat terpantau biasanya berukuran besar. Petugas akan memberi peringatan bila ada meteor yang mengarah ke Bumi.

“Tapi biasanya ukurannya (diameter) puluhan meter, baru bisa dipantau,” kata Thomas. Namun Thomas belum dapat memastikan apakah benda yang jatuh di Duren Sawit itu benar-benar meteorit atau bukan.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Lapan pusat untuk mengecek ke lokasi. “Kalau polisi sudah memastikan kalau ada indikasi awal itu benda luar angkasa, kita akan cek ke sana,” kata Thomas.

Ledakanmisterius di Duren Sawit menyebabkan tiga rumah rusak pada Kamis (29/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Bahkan salah satu rumah rusak berat, atap hingga lantai dua runtuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

dtc/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…