Jumat, 30 April 2010 18:55 WIB Sragen Share :

Mayat pria tua nyangkut di jaring

Sragen (Espos)–Penemuan mayat seorang lelaki berusia lanjut, warga Dukuh Winong, Desa Karangwaru, Kecamatan Plupuh, Parto Ndimin, 80, di anak sungai Bengawan Solo pada Jumat (30/4), sekitar pukul 07.00 WIB menggegerkan warga.

Mayat ditemukan menyangkut di bagian Selatan jaring yang dipasang melintang di anak sungai Bengawan Solo oleh pemilik jaring, warga Dukuh Ngadirejo RT 01 RW I, Desa Gentan Banaran, Plupuh, Kamdo, 30. Kamdo berinisiatif melaporkan temuan mayat kepada Kepala Desa Gentan Banaran.

Korban dievakuasi Tim SAR Tagana disaksikan aparat Kepolisian Plupuh. Cucu korban, Yanto, 31, membenarkan mayat yang ditemukan adalah kakeknya yang telah dicari beberapa hari ini karena menghilang dari rumah sejak Selasa (27/4).

Yanto mengenali ciri-ciri khusus yang dimiliki korban sebelum tewas, yaitu bekas luka bakar di tangan kanan, di atas pergelangan kaki kanan dan bekas luka di pelipis sebelah kanan.

Kapolres Sragen, AKBP Jawari melalui Kapolsek Plupuh, AKP Sugiyanto menuturkan korban ternyata tinggal seorang diri di rumah. Jadi, dia diperkirakan terpeleset dan jatuh ke sungai yang ada di belakang rumah karena sudah buyutan.

“Korban telah diperiksa dokter wilayah. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Selanjutnya, mayat korban diserahkan kepada keluarga.”

m88

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…