Jumat, 30 April 2010 20:15 WIB Boyolali Share :

Korban banjir tak digubris Cabup

Boyolali (Espos)--Gegap gempita Pilkada Boyolali 2010 rupanya hanya berada pada tataran sosialisasi gambar berupa pemasangan spanduk dan kampanye konsolidasi keliling wilayah. Lokasi banjir beberapa hari lalu di lingkungan Tegalan, Kismoyoso, Ngemplak, luput dari perhatian seluruh Cabup dan Cawabup.

Pengakuan sejumlah warga di Dukuh Tegalan, RT 3/ RW I Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, mereka tidak mendapat perhatian dari para Cabup dan Cawabup. “Di sini banjir tiap tahun, sekitar tiga kali setahun. Mungkin sudah dibilang biasa, jadi tidak mendapat perhatian mereka,” kata Sri, 31, warga Tegalan.

Musibah banjir yang menimpa 50-an KK di Desa Kismoyoso meninggalkan duka bagi mereka. Sumur umum yang biasa digunakan untuk mandi, mencuci dan memasak, kini menjadi kotor. Sri yang biasa menggunakan sumur itu terpaksa meminta air ke tetangga yang memiliki sumur pribadi yang tidak terpengaruh banjir. “Kalau untuk mandi dan mencuci masih bisa, meski airnya tidak sebening sebelum banjir. Namun untuk memasak, saya minta ke tetangga,” katanya.

Senada disampaikan Partini, 40, yang menuturkan aktivitas keluarganya sempat terganggu saat banjir melanda. Saat banjir, ia dan anggota keluarga lain tidak beranjak tidur untuk menjaga peralatan. “Untuk menjaga barang-barang. Bila air pasang kan takutnya barang-barang itu ikut hanyut,” tuturnya. Setelah mulai surut, ia dan keluarga lainnya mesti membersihkan lumpur yang masuk ke rumah.
Demikian halnya Sumarni, 31, yang mengaku tidak mendapat perhatian dari para kontestan Pilkada. Bahkan, ia tidak memahami para calon yang saat ini sedang bertarung memperebutkan kursi bupati. “Tidak tahu siapa mereka, gambar juga kurang paham,” katanya.

Sumarni, Sri dan Partini berharap, Bupati Boyolali mendatang lebih peduli kepada nasib warga yang saban tahun dilanda banjir. “Kampanye saja mereka tidak menengok, semoga bukan berarti mereka tidak peduli. Semoga setelah ini, mereka lebih mau memperhatikan warga di sini,” katanya.

m86

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…