Jumat, 30 April 2010 19:09 WIB Solo Share :

Bangunan pencakar langit dibawa ke kasasi

Solo (Espos)–Tiga bangunan pencakar langit di Kota Solo, baik yang telah dibangun maupun yang akan dibangun akhirnya dibawa ke Mahkamah Agung RI. Tiga bangunan tersebut ialah Solo Paragon, Solo Center Point, serta Kusuma Mulia Tower.

Forum Penegak Keadilan dan Kebenaran (FPKK) selaku penggugat menyatakan, pihaknya membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Agung bukan lantaran antipembangunan. Namun, tegasnya, konsep pembangunan Kota Solo harus jelas tata ruangnya dulu dan dituangkan dalam Perda sehingga bisa menjaga dan melindungi kelestarian Solo sebagai Kota Budaya.

“Jangan sampai terjadi Solo sebagai Kota budaya hanya sebatas slogan dan ceremonial. Sehingga yang terjadi ialah orang datang ke Solo karena mall-mall pencakar langit, bukan kebudayaannya,” kata Ketua Umum FPKK, Ismu Wardoyo dalam jumpa pers yang digelar di sekretariatnya, Jumat (30/4).

FPKK juga menyerukan kepada segenap lapisan masyarakat dan stakeholders terkait agar menjaga ikon-ikon budaya di Kota Solo yang telah menjadi konsensus bersama, seperti sasono sumewo, siti hinggil, kori renteng dan kori mangu, kori brodjonolo lor, dan menara panggung songgobuwono yang dinilai sakral oleh warga Solo.

“Bangunan-bangunan itu telah disepakati bersama sebagai ikon-ikon budaya. Nah, mestinya ini ditaati agar jangan sampai mendirikan bangunan yang ketinggiannya di atas 36 meter atau melebihi songgobuwono,” paparnya.

Menengok Pulau Dewata Bali, jelas Ismu, di sana yang terjadi ialah adanya konsensus warga Bali yang diperkuat Perda Nomer 6 Tahun 2006 di mana setiap bangunan yang berdiri tak boleh melebihi ketinggian pohon kelapa. Begitu pun di Kota Solo, imbuhnya, semestinya mencontoh Bali agar tak semua orang dengan seenaknya mendirikan bangunan yang justru akan menghancurkan heritage Kota Solo.

“Kami menggugat Walikota Solo karena beliau yang mengeluarkan IMB. Selama ini kami memang mendukung penuh Pak Jokowi, namun kalau ada yang nggak bener ya kami ingatkan,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…