Kamis, 29 April 2010 17:47 WIB Sport Share :

Wushu Jateng terjunkan 70 atlet di Kejurnas

Semarang— Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (WI) Jawa Tengah bakal menerjunkan 70 atlet pada kejuaraan nasional wushu di Jakarta, Juni 2010.

Sekretaris Umum Pengprov WI Jateng, Sudarsono di Semarang, Kamis (29/4), mengatakan, mereka terdiri atas 35 atlet senior dan 35 atlet junior baik nomor sanshou (perkelahian bebas) maupun taulo (kerapian jurus).

Sebanyak 35 atlet senior terdiri atas 13 atlet yang tampil pada nomor sanshou dan 22 atlet nomor taulo. “Saya kira untuk yang junior komposisinya juga sama untuk nomor taulo dan sanshou,” kata Sudarsono yang mantan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar WI itu.

Mereka, katanya, akan menjalani seleksi melalui kejuaraan provinsi (Kejurprov) di Semarang, pertengahan Mei 2010. Ia mengatakan, juara satu hingga tiga Kejurprov belum tentu langsung masuk tim inti yang diterjunkan Jateng ke kejurnas tersebut.

“Karena masih akan dibahas oleh tim pelatih dengan melihat peluang mereka bersaing dengan atlet daerah lain,” katanya.

Hasil Kejurprov itu, katanya, memberikan gambaran kepada pengprov tentang kekuatan atlet yang akan terjun pada kejurnas. Selain itu, katanya, Jateng memiliki bank atlet yang siap diterjunkan pada berbagai kejuaraan.

Ia mengatakan, kejurnas di Jakarta itu sebagai ajang strategis Jateng untuk menyongsong babak kualifikasi PON XVIII mendatang. Pengprov dan atlet Jateng, katanya, bisa mengetahui kekuatan sendiri dan melihat peta persaingan di tingkat nasional melalui kejurnas itu.

“Setelah kejurnas kami masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sebelum turun pada babak kualifikasi mendatang,” katanya.

ant/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…