Kamis, 29 April 2010 12:37 WIB News Share :

Tiga calon ketua Demokrat temui Subur Budhi

Jakarta--Tiga calon ketua umum (Ketum) Partai Demokrat sudah meminta restu mantan Ketua Umum pertama, Subur Budhisantoso. Tapi, Subur menolak menyatakan mendukung salah satu kandidat.

“Ketiganya memohon dukungan dan restu,” kata Subur Budhisantoso di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Kamis (29/4).

Tiga kandidat itu yakni Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie. Tetapi, Subur menolak menyatakan dukungannya secara terbuka kepada salah satu kandidat.

“Kalau saya punya anak tiga, apa harus secara terbuka saya katakan inilah anak saya yang favorit, walaupun saya punya pilihan,” ujar Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia ini.

Sebagai salah satu anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Subur merasa harus fair dalam memberikan dukungan. Maka itu, dia menyatakan dukungan untuk ketiganya.

“Saya dukung Anas. Saya dukung Andi. Saya dukung Marzuki,” kata salah satu pendiri Partai Demokrat ini.

Semuanya, kata dia, mempunyai keungggulan dan kekurangan masing-masing. Apabila keunggulan dan kekurangan mereka itu disinergikan, maka akan menjadi kekuatan untuk membangun dan memajukan partai di masa mendatang.

Oleh karena itu, Subur mengimbau agar kongres menentukan pilihan siapa ketua umum partai berikutnya secara demokratis. “Beri kesempatan kepada anggota pengurus partai menentukan pilihannya,” kata Subur.

Sebelumnya, Subur menyatakan dukungannya kepada Andi Mallarangeng. “Dia adalah salah satu kader muda terbaik Demokrat. Dan keikutsertaannya akan membuktikan tegaknya demokrasi di lingkungan Demokrat,” ujar dia pagi tadi.

vivanews/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…