Kamis, 29 April 2010 15:15 WIB News Share :

Terowongan di Freeport runtuh

Papua–Terowongan yang terletak di areal tambang PT Freeport Tembagapura tepatnya di Mile 62, Kamis (29/4) runtuh. Akibatnya jalan disekitar terowongan terputus, dan transportasi yang mengangkut logistik, personel, maupun bahan peledak dari Tembagapura maupun Timika terputus.

Juru bicara Polda Papua, Komisaris Besar Agus Rianto melalui pesan singkatnya mengatakan, runtuhnya terowongan yang menghubungkan Timika dan lokasi tambang Tembagapura maupun sebaliknya, mengakibatkan mobilisasi sementara lumpuh.

“Sementara jalan menuju lokasi tambang terputus, karena tertimbun longsoran tanah dan batu, sehingga mobilisasi angkutan lumpuh total,’’ ucapnya.

Mengenai penyebab runtuhnya terowongan tersebut, sambung Agus Rianto, diperkirakan karena terjadinya pergeseran tanah dan bebatuan yang basah di sekitar lokasi.

“Kemungkinan besar karena tanah bergerak, sehingga meruntuhkan bebatuan dan tanah di sekitar terowongan.”

Ditambahkan dia, runtuhnya terowongan yang terjadi  sekitar pukul 09.30 WIT itu tidak mengakibatkan korban jiwa maupun luka. Sebab,  saat terowongan runtuh, tidak ada kendaraan perusahaan yang melintas tepat di lokasi reruntuhan.  “Tidak ada korban akibat runtuhnya terowongan tersebut,’’ singkatnya.

Saat ini, lanjutnya, sejumlah alat berat milik Freeport sedang dikerahkan ke lokasi reruntuhan untuk membersihkan bekas-bekas reruntuhan, agar mobilisasi angkutan bisa kembali berjalan lancar.

“Sedang dilakukan upaya perbaikan di lokasi reruntuhan,’’ kata Agus Rianto.

vivanews/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…