Kamis, 29 April 2010 11:42 WIB Ekonomi Share :

Rupiah kembali dekati Rp 9.000 per dollar

Jakarta— Setelah terkoreksi pada perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (29/4) pagi kembali mendekati level Rp 9.000 per dollar. Penguatan rupiah seiring dengan menguatnya mata uang di kawasan Asia Pasifik.

Dalam data transaksi valuta asing di Bloomberg, Kamis pukul 08.50 WIB, rupiah ditransaksikan pada level 9.030 per US$. Angka menguat 11 poin atau 0,12 persen dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia berada pada level 9023 per US$.

Pada jam yang sama, penguatan nilai tukar juga terjadi pada Yen. Yen pagi ini ditransaksikan pada level 93,8690 per US$, atau menguat 0,17 persen. Dolar Hong Kong juga menguat 0,02 persen ke 7,7667 per US$, dan dolar Singapura menguat 0,037 persen ke 1,3731 per US$. Sedangkan dolar Australia melemah 0,23 persen ke US$ 0,9231.

Sementara itu, nilai tukar euro terhadap dolar AS pagi ini melemah 0,15 persen ke US$ 1,3201. Serta poundsterling melemah 0,25 persen ke US$ 1,5171.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah pada pekan terakhir cukup tinggi. Bahkan, bila dihitung sejak awal tahun, penguatan rupiah termasuk tertinggi di Asia.

Namun, Sri Mulyani mengatakan, penguatan atau apresiasi rupiah memang tidak sendirian.  “Nilai tukar rupiah memang mengalami apresiasi yang kuat bahkan di kawasan Asia dan kelompok G20,” ujar Sri Mulyani kemarin.

vivanews/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…