Kamis, 29 April 2010 19:37 WIB Tak Berkategori Share :

Radya Pustaka dapat kiriman uang kuno dari 30 negara

Solo (Espos)--Jumlah koleksi museum tertua di Indonesia, Radya Pustaka kian hari kian bertambah. Kali ini, koleksi Radya Pustaka mendapatkan tambahan berupa puluhan mata uang kuno dari 30-an mancanegara. Puluhan uang kuno tersebut merupakan kiriman dari warga Solo, para pengunjung di Nusantara, dan juga dari orang asing yang sengaja berkunjung ke Radya Pustaka untuk menyumbangkan koleksi pribadinya.

Selain dari mancanegara, koleksi uang kuno tersebut juga dari mata uang Indonesia yang berusia antara 30-60 tahun. Sebagian besar uang kuno itu berbentuk uang lembaran, dan sebagian kecilnya berujud koin. Meski sebagian besar sudah usang termakan usia, namun uang-uang tersebut masih terbaca dengan jelas nominalnya. Mulai dari Rp 1, Rp 5 hingga Rp 10. Begitu pun dengan uang yang berujud lembaran, juga masih terbaca meski warnanya tak lagi jelas.

Adapun puluhan mata uang asing kuno itu antara lain berasal dari negara Israel, Mesir, Honduras, Mianmar, Singapura, Hongkong, Jamaica, dan negara-negara bagian Amerika. “Ini uang koleksi yang terakhir diberikan oleh Mr Ko Ko Aung dari Mianmar. Dia datang sendiri ke sini dan menyerahkan koleksi kepada kami kemarin (Rabu, 28/4-<I>red<I>),” kata Ketua Komite Radya Pustaka, Winarso Kalinggo saat ditemui <I>Espos<I> di museum setempat, Kamis (29/4).

Menurut Kalinggo, jumlah penyumbang koleksi Museyum Radya Pustaka kian hari kian bertambah. Dari klasifikasi benda koleksi juga kian beragam. “Sebentar lagi, bakal ada sejumlah orang yang menyerahkan koleksi badik, keris, serta tombak kuno kepada kami. Katanya, benda-benda kuno itu punya nilai magis dan harus diletakkan di Kota Solo agar tak membahayakan,” papar Kalinggo.

Sebelumnya, para kolektor juga menyerahkan kitab kuno yang berbahan dasar daun lontar dan berbahasa Jawa kuno. Kitab kuno tersebut diprediksi berusia ratusan tahun berdasarkan catatan tahun yang tertera dan kondisi kitab yang usang.

asa

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…