Kamis, 29 April 2010 13:24 WIB News Share :

Pendemo berpakaian Napi datangi Kantor Kemenkeu

Jakarta–Puluhan pendemo berkaos loreng hitam putih layaknya pakaian Napi menggelar unjuk rasa di Kementerian Keuangan seiring rencana KPK memeriksa Sri Mulyani, Kamis (29/4).

Kedatangan para pendemo ini cukup mengejutkan. Pasalnya Humas Kementerian tidak menerima izin pemberitahuan demo. “Mereka tanpa izin,” kata Kepala Humas Kementerian Harry Z Soeratin.

Untung petugas lapangan Kementerian sudah siap dengan penambahan personil, berikut bantuan polisi terdekat. Pendemo ini berteriak-teriak menuntut kasus Bank Century diselesaikan. Mereke meminta dua pejabat negara, Boediono dan Sri Mulyani,   mundur.

“KPK perlu jemput paksa Sri Mulyani dan Boediono,” teriakan pendemo.

Demo kali ini pesertanya tidak banyak. Hanya sekitar 50 orang. Terlihat sejumlah ibu-ibu, dan remaja putri ikut dalam barisan itu.

Perlengkapan demonya hanya sebuah poster, baliho ukuran 2,5 x 2 meter, dan sepanduk sepanjang belasan meter.  Jalannya demo sebenarnya tertib. Tapi beberapa kali sang orator, Laude Kamaluddin, mengomandoi para peserta demo.  “Maju sepuluh langkah, revolusi,” kata Laude berteriak.

Pendemo pun kemudian mendorong para polisi yang berjaga di pintu pagar masuk. Mengenai kedatangan penyidik KPK ke Kantor Sri Mulyani tidak jelas. Informasi masih simpang siur. Namun, berdasarkan kebiasaan, petugas KPK datang tepat waktu.


vvanews/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…