Kamis, 29 April 2010 13:09 WIB News,Hukum Share :

Lurah pemilik tabungan Rp 14,5 M, tak ngantor

Makassar–Ardiansyah, Lurah Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), seolah menghilang setelah ramai diberitakan memiliki dana sebesar Rp 14,5 miliar di rekening bank. Sudah dua pekan lebih, Ardiansyah tidak ke kantor.

“Pak Lurah sudah dua minggu ini tidak terlihat,” kata Syahrir, seorang mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kantor Kelurahan Untia, Kamis (29/4).

Hal yang sama juga diungkapkan seorang warga yang tinggal di dekat kantor Kelurahan Untia, Burhanuddin. Pria yang juga tokoh masyarakat Untia ini mengatakan, sudah beberapa hari ini dirinya tidak bertemu dengan Ardiansyah.

“Padahal hari ini dia seharusnya menemani Dinas Pariwisata Makassar meninjau lokas wisata bahari di Untia,” ujar Burhanuddin.

Sebelumnya diberitakan, Ardiansyah Rahmat menjadi buah bibir dan perhatian media massa setelah diketahui memiliki dana Rp 14,5 miliar di rekening bank. Jumlah tersebut tentu sangat fantastis mengingat Ardiansyah hanyalah seorang lurah.

Jumlah dana yang bikin mata terbelalak di rekening Ardiansyah ini terbongkar saat Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) seluas 18 hektar. Saat ini status Ardiansyah masih sebagai saksi dalam kasus tersebut.

dtc/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…