Kamis, 29 April 2010 11:39 WIB News Share :

Ledakan misterius terulang, warga pilih tidur di luar

Sumedang–Ratusan warga Desa Raharja, Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat hari ini,Kamis (29/4)  kembali dikagetkan dengan getaran seperti gempa sebanyak tiga kali. Getaran kali ini jauh lebih kuat, dari yang sebelumnya.

Akibatnya, warga yang tengah tidur pulas berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. “Getaran pertama terjadi pukul 02.00 WIB dini hari, disusul pukul 07.10 WIB dan 7.35 WIB pagi tadi,” ujar Kapolsek Tanjung Sari, AKP Diding ditemui wartawan di desa tersebut, Kamis.

Bahkan, khawatir akan terjadi getaran ulang, warga sejak malam tadi enggan kembali ke rumah. “Mereka memilih untuk tidur di luar, khawatir rumah yang mereka tempati roboh akibat getaran,” katanya.

Karena itu, guna mengantisipasi warga yang enggan kembali ke rumah, Polisi dibantu TNI mendirikan sejumlah posko informasi dan tenda pengungsian.

“Melalui tim Geologi, kami akan menyampaikan informasi seputar kejadian alam ini. Jangan sampai warga terus-teruan panik akan insiden ini,”

Hingga saat ini, tim belum mengetahui pasti sumber getaran itu dari arah mana. Namun kesimpulan awal dari Stasiun Pengamatan Dirgantara (SPD) Tanjung Sari, getaran berasal dari aktivitas perut bumi.

Fenomena seperti itu biasanya terjadi bila terjadi aktivitas di dalam perut bumi. Bukan benda angkasa yang jatuh, karena cirinya saja berbeda.

“Aktivitas itu bisa berasal dari kegiatan manusia, dari permukaan bumi atau dalam bumi yang membentuk lubang besar sehingga terjadi pergeseran lokal,” kata Kepala Stasiun Pengamatan Dirgantara (SPD) Tanjung Sari, Bambang Suhandi.

vivanews/ tiw

lowongan pekerjaan
EDITOR MATEMATIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….