Kamis, 29 April 2010 10:46 WIB News Share :

KY bantah tekan Asnun soal pengakuan Rp 50 juta

Jakarta–Muhtadi Asnun membantah menerima uang dari Gayus Tambunan sebesar Rp 50 juta. Kuasa hukum Asnun, Farhat Abbas, mengatakan pengakuan Asnun muncul karena ada tekanan dari Komisi Yudisial (KY). Namun tudingan itu jelas-jelas dibantah oleh KY.

“Di desak bagaimana? Mana bisa desak ketua pengadilan. Dia (Asnun) kan bukan anak kecil lagi, mana bisa saya menekan,” tegas Komisioner KY, Zaenal Arifin Kamis (29/4).

Tudingan ini diutarakan Farhat usai memberitahu ketidakhadiran kliennya dalam pemeriksaan di Mabes Polri. Farhat membantah pengakuan kliennya di KY yang pernah menerima uang senilai Rp 50 juta. Bahkan, Farhat menuding pengakuan Asnun karena tekanan KY.

“Dia merasa terdesak. Tapi saya katakan tidak ada suap dan penerimaan uang,” ucap Farhat saat itu.

Zaenal menjelaskan, tidak ada cara pemaksaan dalam pemeriksaan KY. Asnun yang diperiksa oleh delapan orang dari KY mengakui sendiri perbuatannya. “Di MA saja dia ngaku, jadi bagaimana didesaknya,” ketusnya.

dtc/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…