Kamis, 29 April 2010 14:35 WIB Hukum,News Share :

Gagal nyaleg, istri dipaksa jadi pelacur

Jakarta— Gara-gara gagal menjadi anggota Dewan dan dibayangi utang yang menggunung. Seorang suami tega menjual istrinya ke orang lain sampai empat kali.

Kasus tersebut, saat ini tengah ditangani Polres Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (29/4). Nad, perempuan berusia 31 tahun bernasib apes. Nad trauma terhadap peristiwa yang dialaminya. Hairul Asri alias Dedi, 38, suami yang semula sangat dia cintai, ternyata bertindak biadab kepadanya.

Nad dipaksa melayani birahi teman-teman Asri dengan imbalan uang. Bahkan, Asri memasang tarif antara Rp 300 ribu-Rp 500 ribu kepada teman-temannya yang mengencani istrinya untuk sekali main. Nad pernah melawan. Tapi, Asri memukulinya. Sang istri akhirnya tak berdaya dan terpaksa menuruti kemauan bejat suaminya itu.

Berdasar informasi yang dihimpun, Asri tega menjual istrinya karena terbelit utang. Pada Pemilu Legislatif 2009, dia menjadi caleg sebuah partai politik untuk Dapil Polewali Mandar I. Namun, karena perolehan suaranya tak memenuhi, pria yang sehari-hari berbisnis jual-beli motor tersebut gagal menjadi anggota legislatif.

Padahal, dia telanjur mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah. Biaya itu dia peroleh dari hasil utang sana sini. Di sisi lain, bisnisnya tak lagi bisa diharapkan. Maka, dalam kondisi seperti itulah dia gelap mata. Istri yang seharusnya dia lindungi malah dijual kepada teman-temannya.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
Accounting, Adminidtrasi, Designer Graphis, Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Sekolah Pagesangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Minggu pagi (17/9) lalu Rumah Banjarsari di kawasan Monumen ’45 Banjarsari, Kota…