Rabu, 28 April 2010 19:48 WIB Klaten Share :

Truk gandeng vs motor, satu tewas

Klaten (Espos)–Seorang korban tewas dalam kecelakaan antara truk gandeng dengan sepeda motor di Jl Solo-Yogya, Desa Kepoh, Kecamatan Delanggu, Selasa (27/4) malam. Pengendara motor, Suwardi, 43, warga Dusun Tambak Sari, Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes meninggal dunia setelah tubuhnya terlindas truk.

Keterangan yang dihimpun Espos, Rabu (28/4), menyebutkan, awalnya, truk gandeng Nopol S 8166 US yang disopiri Dimun, 45 warga Mojokerto melaju dari arah Solo. Sementara, korban yang menaiki motor Honda Vario AD 4269 EJ berjalan di belakang truk gandeng. Setibanya di dekat traffic light di simpang empat Kepoh sekitar pukul 19.00 WIB, sopir mengurangi kecepatan.

Korban tak mengira kendaraan yang sarat muatan itu akan mengerem. Tak ayal, korban kehilangan kendali dan tak mampu menghentikan laju sepeda motornya karena jarak yang sudah terlalu dekat. Sepeda motor menyerempet bak truk bagian belakang sedangkan korban terlempar ke kolong truk. Nahas, kepala korban terlindas roda gandengan di bagian belakang.

Kejadian itu menggegerkan warga di sekitar lokasi kejadian. Sopir truk kaget ketika diminta berhenti oleh warga. Ia tak menyangka ada pengendara motor yang terlindas truknya. Aparat kepolisian yang datang ke lokasi mencoba mengevakuasi korban. Namun karena lukanya di kepalanya sangat parah, korban yang dilarikan ke RSUP Soeradji Tirtonegoro nyawanya tidak tertolong.

Kapolres Klaten AKBP Agus Djaka Santosa melalui Kasatlantas AKP Nicholas Dedy Arifianto mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Menurutnya, korban meninggal dunia meski upaya pertolongan sudah dilakukan.

rei

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…