Rabu, 28 April 2010 18:08 WIB News Share :

Polisi gagalkan penjualan senjata api rakitan

Banyumas–Aparat Kepolisian Resor (Polres) Banyumas, Jawa Tengah menahan dua orang pemilik senjata api rakitan. Senjata jenis revolver itu, oleh pemiliknya akan dijual ke orang lain.

“Tersangkanya dua orang, SR dan E,” terang Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Banyumas, AKP Zaenal Arifin, Rabu (28/4). Mereka kedapatan sedang berusaha menjual senjata api itu ke orang lain seharga Rp 5 juta.

Pada saat penangkapan, polisi tidak menemukan adanya amunisi. “Sepertinya belum pernah digunakan, amunisi juga tidak ada,” katanya. Ia menambahkan, pelaku bisa diancam penjara seumur hidup atas kepemilikan senjata ilegal tersebut. Saat ini, kata dia, polisi masih mendalami kasus ini apakah keduanya terlibat dalam jaringan pemasok senjata api rakitan.

Saat diwawancarai, salah satu tersangka mengatakan, senjata tersebut dipasok dari Solo. “Saat ini orangnya sudah meninggal dunia,” katanya.

Ia mengaku senjata itu dititipkan oleh orang yang bernama Agus pada 2000 lalu. Karena tidak diambil juga, kata dia, ia berinisiatif menjual senjata tersebut. “Mau saya jual Rp 5 juta, tapi keburu ditangkap polisi,” ujarnya.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…