Rabu, 28 April 2010 10:41 WIB Internasional Share :

PM Thailand bersedia mundur jika...

Bangkok–Perdana Menteri (PM) Thailand, Abhisit Vejjajiva bersikeras menolak seruan para demonstran agar dirinya mengundurkan diri. Namun kini Abhisit mengatakan, dirinya akan mundur jika dia yakin bahwa dirinya merupakan penghalang bagi stabilitas negara.

Hal itu disampaikan Abhisit dalam wawancara dengan BBC seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/4).

Ketika ditanya apakah dirinya akan mundur jika memang dia menjadi penghalang stabilitas dan pemulihan Thailand, Abihist menjawab: “Tentu saja. Saya tak pernah meletakkan kepentingan saya di atas kepentingan negara.”

Namun ditekankan Abhisit, masalah yang dihadapi Thailand saat ini tidak semata-mata bersifat politis. “Kita saat ini sepakat bahwa masalah-masalah yang kita hadapi sekarang bukan semata-mata masalah politik.

Ada masalah keamanan yang terlibat, ada masalah teroris yang terlibat,” ujar Abhisit. “Kita perlu mengatasi semua isu itu di waktu bersamaan,” imbuhnya.

Ribuan demonstran Kaus Merah hingga saat ini masih terus menduduki sejumlah lokasi di Bangkok. Aksi tersebut telah berlangsung lebih dari sebulan. Para pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra itu mendesak Abhisit mundur dan membubarkan parlemen. Massa juga menuntut digelarnya pemilihan umum baru.

dtc/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…