Rabu, 28 April 2010 13:15 WIB News Share :

PDIP minta Boediono dan Sri Mulyani diperiksa di KPK

Jakarta— Ketua DPP PDIP bidang hukum Trimedya Panjaitan meminta mantan Gubernur BI Boediono diperiksa di KPK. Posisi baru Boediono sebagai Wapres akan semakin mempengaruhi psikologis penyidik KPK jika pemeriksaan dilakukan di Istana Negara.

“Saya pikir kurang pantas KPK memeriksa Pak Boediono dan Bu Sri Mulyani di kantornya. Sebaiknya kedua-duanya diperiksa di KPK saja,” kata Trimedya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/4).

Menurut Trimedya, pemeriksaan di KPK pun bisa dikondisikan pengamanan sekelas Istana Negara. Waktu pemeriksaan juga bisa disesuaikan dengan waktu senggang Boediono.

“Kan bisa diatur, berapa jam beliau punya waktu, biodata bisa disalin dulu. Protokoler juga bisa tetap berjalan misalnya dengan metal detector,” saran Trimedya.

Tempat pemeriksaan di Istana Negara dikhawatirkan akan mempengaruhi obyektifitas pemeriksaan. “Tunjukkan pemerintahan SBY equality before the law. Kalau diperiksa di Istana, ya secara psikologis sangat berpengaruh,” tutupnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…