Rabu, 28 April 2010 17:59 WIB Sragen Share :

Pangdam
Tak ada penambahan alutista di Kodam IV/Diponegoro

Sragen (Espos)–Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Budiman menyatakan tidak ada penambahan alutista di instansi militer wilayah Kodam IV/Diponegoro, kendati pemerintah mengalokasikan anggaran persenjataan lebih dari Rp 8 triliun.

Selain itu Kodam IV/Diponegoro juga tidak menambah personel TNI. Penegasan Pangdam IV/Diponegoro itu disampaikan kepada wartawan, saat pemeriksaan alutista, personel dan piranti lunak di Bataliyon Infantri (Yonif) 408/Suhbrasta Sragen, Rabu (28/4). Pemeriksaan Pangdam di Yonif 408 itu didampingi Danrem 074/Warastratama Kolonel (Inf) Abdul Rahman Kadir, Dandim 0725/Sragen Letkol (Arm) Bayu Sasetyo dan Danyonif 408/Suhbrasta Letkol (Inf) R Wahyu S.

“Tujuan saya ke Yonif 408 ini untuk mengecek persiapan prajurit, mulai dari persiapan personel, alat peralatan, piranti lunaknya sampai pangkalangannya. Saya memberi motivasi kepada prajurit agar professional. Pemeriksaan ini tidak hanya di Yonif ini. Pekan kemarin kami juga memeriksa di Yonif 403,” tegas Pangdam.

Pada prinsipnya, Pangdam memiliki hak dan kewajiban untuk mengecek langsung dua tingkat instansi militer di bawah Kodam, seperti Korem, Rindam, Kodim, Bataliyon, Secapa dan seterusnya. ”Saya berkewajiban mengecek dan mengenal para komandan-komandannya. Hanya resikonya tenaga harus siap,” tambahnya sembari bersendagurau.

Pangdan menyinggung peningkatan perhatian pemerintah terhadap persenjataan atau alutista TNI. Pemerintah mengalokasikan anggaran alutista sampai lebih Rp 8 triliun pada tahun ini. Menurut Pangdam, perhatian itu belum menyentuh kebutuhan penambahan operasional. ”Bataliyon ini butuh diperlihara, perawatan bagaimana? Biaya-biaya itu belum masuk dalam anggaran pemerintah,” ujarnya.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…