Rabu, 28 April 2010 17:12 WIB Pendidikan Share :

Mendiknas ke Purwokerto disambut demo mahasiswa

Purwokerto— Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Purwokerto berunjuk rasa menyambut rencana kedatangan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Rabu.

Dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kampus Unsoed, Jalan HR Bunyamin, Purwokerto, mahasiswa menuntut lima perbaikan pendidikan, yakni merealisasikan APBN dan APBD sebesar 20 persen di luar gaji guru, dosen, dan karyawan.

Selain itu, penjaminan kesejahteraan tenaga pengajar dan karyawan berdasarkan standar hidup layak, penyediaan sarana dan prasarana serta tenaga pengajar guna meraih pendidikan yang berkualitas.

Mahasiswa juga menuntut dibukanya akses pendidikan yang terjangkau termasuk sarana dan prasarananya serta penghapusan pungutan-pungutan liar di perguruan tinggi negeri, seperti Biaya Operasional Pendidikan dan Pembangunan (BOPP) serta sumbangan Persatuan Orang Tua Mahasiswa (POM) yang dipungut Unsoed.

Selain berorasi dan menyanyikan sejumlah lagu, mahasiswa juga membawa berbagai poster yang berisi kecaman terhadap tingginya biaya pendidikan di Unsoed, seperti poster bergambar wajah Mendiknas Mohammad Nuh dan Rektor Unsoed Edy Yuwono dengan tulisan “Masuk Unsoed 200 juta”.

Sejumlah mahasiswa juga tampak mengenakan topeng berwajah Mendiknas Mohammad Nuh dan Rektor Unsoed Edy Yuwono. Bahkan, tiga orang mahasiswa tampak berdiri di atas patung kuda dan mengalungi patung Jenderal Soedirman yang duduk di atas patung kuda tersebut dengan uang mainan.

Sementara sejumlah mahasiswa lainnya berdiri di atas pagar depan kampus sambil mengibarkan bendera organisasi mereka masing-masing, antara lain Himpunan Mahasiswa Islam, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Front Mahasiswa Nasional, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia.

Terkait unjuk rasa tersebut, Koordinator Lapangan Himpunan Mahasiswa Purwokerto Handika Febrian mengatakan, pemerintah sebagai bagian dari masyarakat yang menjalani roda pemerintahan mampu memberi jaminan akan mutu pendidikan Indonesia serta pemerataan untuk semua masyarakat.

Namun kenyataannya, kata dia, sejak bergulirnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disusul penerapannya melalui UU Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan yang sekarang telah dihapus dan Badan Layanan Umum Pendidikan di beberapa PTN hanya menjadikan pendidikan semakin tidak terjangkau.

“Contoh konkret dan terjadi pada mahasiswa Unsoed adalah dengan alasan melengkapi sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas, berujung pada penarikan sumbangan yang dibebankan kepada orang tua, BOPP, dan POM yang sesungguhnya melangit dan tidak berdasar hukum yang jelas,” katanya.

Mendiknas Mohammad Nuh direncanakan akan melantik Prof. Edy Yuwono, PhD. sebagai Rektor Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto masa jabatan 2010-2014 di Gedung Soemardjito Kampus Unsoed, Rabu, pukul 14.00 WIB.

ant/rif

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….