Rabu, 28 April 2010 16:56 WIB News Share :

Ledakan di Sumedang akibat pergerakan tanah

Bandung–Ledakan yang terdengar di tiga desa yang ada di Kecamatan Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat, dipastikan dari dalam perut bumi. Ledakan terjadi karena adanya pergerakan tanah rayapan.

“Ini wajar untuk proses stabilisasi tanah karena wilayah ini terletak di daerah pegunungan. Jadi ada batuan dan tanah yang bergeser,” kata Kepala Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, I Gede Swantika terkait laporan awal tim yang diterjunkan ke kecamatan itu, di Bandung, Rabu (28/4).

Jadi ledakan itu, kata Swastika, murni karena fenomena alam atau gejala geologis. Di Kecamatan Tanjung Sari, ledakan terjadi selama empat kali. Sejak Sabtu malam (24/4), Minggu pagi (25/4), Senin malam (26/4) dan hari ini, Rabu. Suara ledakan itu cukup keras  dan disertai dengan getaran kuat seperti gempa.

Swastika memastikan gerakan tanah rayapan itu tidak akan meluas. Biasanya pergerakan ini hanya mencapai radius 500 meter-1.000 meter. “Hanya getaran lokal,” kata dia. Pergeseran tanah ini diyakini juga tidak akan berpengaruh sampai ke permukaan tanah.

vivanews/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…