Rabu, 28 April 2010 16:48 WIB Issue Share :

Fanny Bauty ingin segera menjanda

Jakarta--Sidang cerai orang tua Shireen Sungkar, Fanny Bauty dan Mark Sungkar segera berakhir. Fanny pun tidak sabar untuk segera menyandang status janda.

Sidang pasangan dengan tiga anak itu memang tak lama lagi sampai babak akhir. Fanny dan Mark tinggal memberikan kesimpulan dari sidang yang bergulir sejak Desember 2009 lalu tersebut.

Namun menjelang selesai, sidang justru akan mengalami penundaan. Penundaan tersebut karena pihak Mark ingin menambahi berkas kesimpulan yang tebalnya 17 halaman itu.

“Hari ini agendanya masih kesimpulan dari materi hukum tiga minggu yang lalu sudah siap. Tapi ada pemikiran dari Pak Mark ingin ditambahkan,” kata pengacara Mark Sungkar, Mudarwan, saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, Jalan Rusun Flamboyan, Cengkareng, Rabu (28/4/2010).

Sayangnya Mudarwan menolak memberi tahu materi tambahan tersebut. Hanya saja dalam salah satu kesimpulannya, Mark keukeuh menyatakan dalam rumah tangganya tidak pernah terjadi cekcok ataupun ribut-ribut.

Namun keinginan Mark menunda sidang, diprotes oleh Fanny. Ibunda Shireen dan Zaskia Sungkar itu tidak bisa menerima alasan sang suami yang beralasan pergi ke Filipina untuk suatu urusan kerja.

“Kenapa baru sekarang, padahal waktu tiga minggu kemarin kenapa tidak dimanfaatkan. Sebenarnya yang namanya kesimpulan boleh pakai pengacara atau tidak,” jelas Endah, kuasa hukum Fanny.

Hakim pun menunda sidang yang beragendakan kesimpulan Mark Sungkar itu sampai 5 Mei 2010. Kalau sampai minggu depan Mark belum siap memberikan berkas kesimpulan, pihak Fanny akan minta pada hakim untuk langsung menggelar sidang putusan pada 12 Mei 2010.

“Ya, kami minta akta catatan pengesahan. Kalau sampai minggu depan nggak ada kesimpulan, kita minta langsung diputus saja,” tandas Endah.

dtc/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…