Rabu, 28 April 2010 18:21 WIB News Share :

2011, utang RI melonjak jadi Rp 1.878 Triliun

Jakarta— Utang Indonesia pada 2011 mendatang diperkirakan semakin membengkak secara nominal. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam jumlah nominal, utang Indonesia diperkirakan mencapai Rp 1.878 triliun atau meningkat dibandingkan posisi awal tahun ini yang hanya pada kisaran Rp 1.600 triliun.

Meski meningkat, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) semakin menurun. Jumlah utang meningkat seiring kegiatan ekonomi yang terus tumbuh dan PDB yang terus berlipat.

“Pada 2011 utang RI, rasionya terhadap PDB semakin mengecil hanya 26,7 persen PDB. Turun dari tahun ini yang sudah sekitar 30 persen PDB,” kata Sri Mulyani dalam pemberian arahan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), di Jakarta, Rabu (28/4).

Sri Mulyani bercerita tentang kondisi ekonomi Indonesia yang tumbuh semakin baik. Meski demikian, pemerintah terus waspada terhadap perkembangan ekonomi global, seperti isu krisis di Yunani, yang dalam pekan terakhir menunjukkan pemburukan. “Kita dari sisi sentimen negataif akan terpengaruh,” kata dia.

Namun memprediksi ke depan, pemerintah tetap optimistis kegiatan perekonomian nasional berjalan dengan baik. Ini terlihat dari asumsi makro nasional yang optimistis dibandingkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 yang sudah ditentukan.

Asumsi indikator makro 2011 dengan pertumbuhan ekonomi 6,3 persen naik dibandingkan RPJMN tahun ini yang hanya 6,2 persen, tingkat inflasi 5,9 persen, nilai tukar rupiah Rp 9.750 per dolar AS, dan asumsi harga minyak US$ 83 per barel.

vivanews/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…