Selasa, 27 April 2010 11:52 WIB News Share :

Warga Cina Benteng kibarkan bendera setengah tiang

Tangerang–Warga Cina Benteng mengibarkan bendera merah putih setengah tiang di depan rumah mereka. “Kami tak akan menurunkan bendera, nasib kami digantung. Itu tandanya kami memasang bendera setengah tiang.Kalau ada kehidupan yang lebih baik bendera baru kita kibarkan setiang penuh,” kata Dora seorang warga di Kampung Cina Benteng Tangerang, Selasa (27/4).

Bendera setengah tiang dipasang juga sebagai pertanda warga Cina Benteng berkabung dengan rencana penggusuran kampung yang telah ditinggali mereka bertahun-tahun oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Menurut Dora, yang berjualan es dan gado-gado itu juga menyediakan ruangan 6×3 meter untuk sembahyang umat Budha di rumahnya. Altar itu menurut Dora didirikan oleh leluhurnya.

Edie Lim, yangmemimpin warga menolak penggusuran menambahkan, warga akan tetap mengibarkan bendera setengah tiang hingga nasib mereka jelas. Warga, kata Edie akan tetap menolak penggusuran jika pemerintah tidak menemukan solusi terbaik untuk mereka.

Bahkan, kata Edie, bukan tak mungkin terjadi bunuh diri massal jika pemerintah tak mengambil tindakan tepat.”Warga kami takut untuk berbuat anarkhis, mereka takut dipenjara, jika digusur tanpa diberikan pengganti maka warga bisa frustasi dan bisa terjadi bunuh diri massal,”kata Edie.

tempointeraktif/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…