Selasa, 27 April 2010 20:55 WIB Tak Berkategori Share :

Godhong kates, dibalik kesuksesan Jo-Dy...

Solo (Espos)--Batik motif godhong kates kini begitu populer. Motif batik yang berbentuk daun pepaya berwarna cerah; hijau, kuning dan jingga tersebut begitu lekat dengan sosok pasangan calon walikota (Cawali) dan calon wakil walikota (Cawawali) incumbent, Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo (Jody). Dan kini, ketika publik mengakui betapa kuat pengaruh sosok Jo-Dy dengan peroleh suara yang menyentuh angka 69,21% versi Komisi Pemilihan Umum (KPU), batik motif godhong kates boleh jadi bakal makin populer.

Siapa yang menyangka untuk memutuskan menggunakan batik godhong kates sebagai ikon, Jo-Dy membutukan waktu enam bulan. Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, mengakui butuh waktu lama untuk membuat keputusan. Jokowi mengatakan dia dan tim tak mau main-main dalam mengambil keputusan, mengingat motif batik tersebut akan menjadi bagian dari stretegi kampanye. “Lama saya berfikir. Sebelumnya pernah muncul usulan batik wahyu tumurun. Tapi saat difoto kok kelihatan suram. Mencari-cari lagi, akhirnya dapat motif godhong kates itu,” kisah Jokowi, saat berbincang dengan Espos, di Loji Gandrung, akhir pekan lalu.

Soal filosifi motif godhong kates sendiri, Jokowi mengaku filosofi baru muncul setelah pihaknya mengantongi motif batik terpilih. Godhong kates alias daun pepaya sejak zaman dulu dikenal sebagai bahan baku jamu yang pahit namun memberi efek kesehatan luar biasa. Filosofi itulah yang diharapkan Jokowi mendarah daging dalam gaya pemerintahannya bersama wakil, FX Hadi Rudyatmo alias Rudy.

Batik motif godhong kates memang tak banyak dikenal kalangan masyarakat pengusaha batik di Solo. Warna cerah yang dominan dari batik tersebut mengambarkan model batik pantai. Jokowi sendiri sempat ragu saat kali pertama akan mengenakan batik motif tersebut. “Saya sendiri ya malu, pikir-pikir, jangan-jangan saya di-guyu pakai batik pantai begini. Seperti walikota regee saja. Tapi sudahlah, yang penting branding yang diharapkan tercapai,” ujarnya.

tsa

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…