Selasa, 27 April 2010 11:39 WIB Issue Share :

Cowboys in Paradise, para gigolo bukan warga Kuta

Denpasar–Gigolo alias pekerja seks komersial pria tidak dipungkiri keberadaannya di kawasan wisata Pantai Kuta, Bali. Namun demikian, diyakini para gigolo tersebut bukan warga setempat.

Hal tersebut diungkapkan Bendesa Adat Kuta, Gusti Ketut Sudira, dalam jumpa pers menanggapi beredarnya film Cowboys in Paradise di kantor Satgas Kuta, Jl Pantai Kuta, Bali, Selasa (27/4).

“Sebenarnya itu (gigolo) dari masyarakat luar, bukan dari masyarakat Kuta. Terbukti dalam sidak ditemukan 28 orang tanpa indentitas, yang disebut-sebut sebagian gigolo,” kata Sudira.

Sudira menambahkan, isu maraknya gigolo akan menjadi perhatian serius semua pihak di Kuta. Mereka akan mengawasi dengan ketat setiap aktivitas di kawasan wisata Pantai Kuta.

“Kami akan lebih intensifkan pemantauan di Pantai Kuta. Jika ada orang yang tidak mempunyai kepentingan di pantai itu atau tidak jelas, bukan pengunjung dan bukan pedagang, akan kami proses. Nantinya juga akan ada sidak secara rutin,” ujar Sudira.

Sebelumnya diberitakan, warga Bali digegerkan dengan beredarnya sebuah film dokumenter berjudul Cowboys in Paradise. Film yang beredar melalui internet itu mengisahkan kehidupan para gigolo yang biasa beroperasi di Pantai Kuta. Target para gigolo itu adalah turis wanita asal mancanegera.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
NUSANTARA SAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….