Selasa, 27 April 2010 15:43 WIB News Share :

Dirjen Bea Cukai akui ada pejabatnya miliki kekayaan tak wajar

Jakarta–Direktur Jenderal Bea Cukai Thomas Sugijata mengakui 2 orang pejabat setingkat eselon II instansinya dilaporkan oleh Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) karena mempunyai kekayaan dan rekening dengan jumlah tak wajar.

Dua pejabat Ditjen Bea dan Cukai tersebut berinisial T dan J. Kedua pejabat ini merupakan Kepala Kantor Wilayah. Salah satunya masih bekerja. Saat ini keduanya tengah diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Iya itu setingkat direktur, ya (Kakanwil),” jawabnya ketika diminta konfirmasi usai meresmikan Kantor Pengawasan Bea Cukai Tagerang, Selasa (27/4).

Thomas menyatakan penyelewengan tersebut merupakan kejadian pada rentang 2005-2010 sehingga tidak bisa dispesifikasikan para pejabat itu melakukan penyelewengan pada saat mereka berada pada jabatan tertentu.

“Itu kan dari 2005-2010, jadi mereka berpindah, kita tidak bisa melakukan spesifikasi,” ujar Thomas.

Informasi yang diperoleh, T merupakan Kakanwil Ditjen Bea dan Cukai DKI Jakarta dan masih bekerja, sedangkan J merupakan Kakanwil Ditjen Bea Cukai Jawa Barat dan sudah pensiun pada Maret lalu.

Thomas menyatakan pihaknya telah menyerahkan kasus ini terhadap pihak yang berwajib. Yang terpenting, lanjut Thomas, pihaknya sudah mengantispasi agar kasus tersebut tidak terulang lagi ke depannya dengan diberlakukannya pengawasan melekat (waskat) yang merupakan pengawasan langsung dari atasan ke bawahan.

Dalam catatan Laporan Harta dan Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang bisa diakses di KPK, T mempunyai harta senilai Rp 3,97 miliar. Ia memiliki giro setara kas senilai Rp 1 miliar hingga rumah dan tanah yang bertebaran di kawasan Bekasi.

Sementara untuk J, kekayaannya mencapai Rp 6,8 miliar pada tahun 2007. Ia memiliki tanah ribuan meter persegi di kawasan Bogor dan sejumlah mobil mewah seperti Jeep Wrangler dan motor Harley Davidson.

dtc/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…