Senin, 26 April 2010 16:36 WIB Pilkada Share :

TPS unik, mulai dari beskap hingga dangdutan

Solo(Espos)–Upaya anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) untuk menarik pemilih agar bersedia datang ke TPS, Senin (26/4) banyak dilakukan. Mulai dari panitia yang mengenakan pakaian beskap hingga hiburan organ tunggal yang menyajikan musik dangdut dan campursari.

Di TPS 5 Kelurahan Joyotakan, Serengan, anggota KPPS menyediakan peralatan sound system organ tunggal. Alat musik ini disediakan agar warga tidak jenuh dengan suasana di TPS. ”Kesannya santai, tapi serius. Santai, kita bisa dengar musik, tapi tetap serius dan konsentrasi pada pekerjaan,” kata Ketua KPPS 10 Joyotakan, Pramono saat ditemui Espos di lokasi, Senin.  Musik yang ditampilkan yakni musik dangdut dan campur sari.

Selain saat hari pencoblosan, hiburan ini juga dilakukan saat malam menjelang hari pencoblosan. Hal ini bertujuan untuk menghibur anggota KPPS dan Linmas yang bertugas menjaga logistik. ”Untuk mengusir jenuh dan ternyata membuat suasana semarak malam tadi, mereka baru pulang sekitar pukul 02.00 WIB,” tambahnya.

Pramono berharap, dengan adanya hiburan ini dapat mendongkrak partisipasi warga untuk datang dan mencoblos. ”Semakin banyak ayngmencoblos, maka akan semakin baik pemerintahan karena didukung warga,” katanya.

Sedang di TPS 10 Kelurahan Kerten anggota KPPS mengenakan pakaian adat atau beskap lengkap dengan keris dan blangkon. Ketua KPPS pada TPS 10, Abdul Rahman, mengatakan, pilihan anggota KPPS memakai pakaian adat Jawa ini selain kecintaannya pada kebudayaan Jawa, juga untuk menyemarakkan Pilkada Solo. ”Kegiatan di sini sering dilakukan dengan cara prosesi adat Jawa,” katanya.

Tidak hanya pakaian saja, namun juga menggunakan bahasa Jawa saat pembukaan dan melakukan potong tumpeng. ”Sebagai upaya untuk memohon keselamatan kepada Yang Maha Esa,” katanya.

Sedang di sebagian besar TPS busana yang dikenakan anggota KPPS yakni batik klasik atau komtemporer, seperti di TPS 1 Kerten, TPS 10 Tipes atau TPS 26 Pajang.

m86

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…