Senin, 26 April 2010 15:09 WIB Kesehatan Share :

Scrub murah untuk kaki indah

Mempercantik kaki tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, apa mungkin? Mungkin saja, cukup dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar untuk scrubbing kaki.Terutama jika tumit kaki Anda kering dan banyak sel kulit mati yang mengelupas.

Tidak perlu membeli scrub khusus yang mahal untuk perawatan kaki, manfaatkan saja tiga bahan yang ada di dapur Anda.

– Garam
Kandungan mineral pada garam sangat baik untuk nutrisi kulit Anda. Teksturnya yang sedikit kasar juga bisa digunakan sebagai eksfoliasi yaitu mengangkat sel kulit mati. Agar tidak terlalu kasar, teteskan sedikit minyak zaitun sebelum menggosokkannya pada kaki.

Gunakan sekitar dua hingga tiga sendok makan garam. Sebelumnya, bilas dulu kaki dengan air bersih, kemudian gosokkan di sekitar kaki hingga tumit dengan garam selama sekitar lima belas menit, sambil berikan pijatan perlahan. Setelah bersih atau warna garam tetap putih, bilas kembali dengan air. Kulit kaki Anda pasti akan terasa lebih halus.

– Gula
Tidak hanya membuat manis minuman dan makanan, tetapi gula juga bisa “mempermanis” kaki Anda. Gunakan sekitar tiga sendok makan gula putih. Sebelumnya olesi dulu kaki Anda dengan minyak zaitun, lotion favorit atau minyak esensial lainnya. Setelah itu baru lakukan scrubbing hingga tumit sekitar 15 menit. Setelah itu bilas kaki dengan air, kulit kaki pun akan terasa lebih lembut.

– Bubur gandum
Scrub dari bubur gandum sangat cocok untuk kulit sensitif karena gula dan garam terlalu keras. Gandum merupakan cara untuk mengangkat sel kulit mati dengan cara yang lebih lembut. Gandum juga bisa melembabkan kulit dan mengatasi kulit kering. Anda bisa mencampurnya dengan minyak atau yogurt, sebagai bahan scrub.

Gosokkan scrub secara lembut dengan gerakan melingkar hingga tumit. Setelah itu bilas dengan air, kulit pasti akan terlihat lebih cerah.

vivanews/ tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…