Senin, 26 April 2010 13:30 WIB News,Ekonomi Share :

Pertamina tak mau disalahkan soal ledakan tabung elpiji

Jakarta--Dalam 2 pekan ini, setidaknya ada 3 peristiwa ledakan tabung gas yang terjadi. Sebanyak 2 peristiwa terjadi di Jakarta, dan 1 peristiwa terjadi di Makassar. Pertamina tidak mau disalahkan soal peristiwa ini, karena ini kesalahan konsumen.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina (Persero) Toharso mengatakan, Pertamina sudah seringkali melakukan sosiaslisasi di televisi, radio, bahkan di media-media lainnya. Tapi masyarakat masih juga tidak paham cara menggunakan dan mengatasi kebocoran tabung gas elpiji.

“Elpiji ini belum ada bukti secara nyata tabungnya meledak, yang ada ketika bocor orang tidak paham bagaimana cara mengatasinya,” jelasnya kepada detikFinance, Senin (26/4).

Toharso mengatakan, Pertamina akan memperbanyak lagi sosialisasi sehingga masyarakat semakin mengerti cara mengatasi kebocoran tabung elpiji ini.

“Barangkali perlu diperbanyak lagi sosialisasi soal elpiji. Supaya pastikan masyarakat safety gunakan elpiji,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Toharso juga memberikan tips cara penanganan tabung bocor. Dia menjelaskan, jika konsumen menemukan adanya kebocoran tabung gas elpiji yang tercium dari bau gas, maka konsumen harus segera mematikan api kompor tersebut.

“Jangan sekali-sekali menyalakan api di situ. kemudian segera buka pintu, biar elpiji yang bocor itu keluar. Karena gas elpiji sifatnya lebih berat dari udara, jadi dia merayap di lantai, karena itu jangan buka jendela. Kemudian regulatornya dibuka dan si tabung dibawa ke luar ruangan dan dicek. Caranya pakai air sabun dan diteteskan. Kalau bocor segera disumbat, kalau masih belum sembuh juga, segera hubungin agennya, nanti diselesaikan dengan mereka,” papar Toharso.

Kasus ledakan tabung gas terjadi dalam 2 pekan terakhir. Dua peristiwa yang terjadi di Jakarta adalah di Kemayoran dan Gambir. Dalam kedua kasus ini, ledakan tabung gas 3 kg menjadi penyebabnya.

Bahkan di Kemayoran, timbul beberapa orang luka berat terbakar api. Di Gambir, ledakan tabung gas 3 kg membuat 4 rumah rusak dan 2 orang luka berat.

Sementara di Makassar, ledakan terjadi pada tabung gas 12 kg, yang menyebabkan 2 orang luka berat.

dtc/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…