Senin, 26 April 2010 13:18 WIB Solo Share :

Nayu Timur, satu coblos satu gooooooolllllllll…

TPS unik di

Solo (Espos)--Suyem, 76, tak pernah membayangkan akan berhadapan dengan gawang saat menggunakan hak pilihnya, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Solo, Senin (26/4). Tak pernah terbersit dalam pikirannya, bahwa dengan mengenakan busana khas wanita, dengan rok di bawah lutut, dia harus menendang bola. Di tempat pemungutan suara (TPS) 32 Nayu Timur, Nusukan –tempat Suyem <I>nyoblos<I>- panitia penyelenggara TPS setempat memang meminta seluruh pemilih menendang bola seusai mencoblos.

Geregetan, heran campur bingung memang mendera Suyem kala itu. Alhasil sebuah bola yang telah siap di ujung kakinya untuk ditendang ke arah gawang pun meleset. Bola bergulir beberapa sentimeter di sisi kanan gawang. Para pemilih, petugas, dan suporter yang dilengkapi alat musik seadanya berseru kecewa. “Lha kirangan, ora gelem mlebu. Wong tuwo kok yo bal-balan,” komentar Suyem sembari tertawa, saat berbincang dengan Espos, Senin.

Untuk memancing animo masyrakat datang ke TPS, panitia penyelenggara setempat memang sengaja merancang TPS dengan nuansa bola. Momen piala dunia 2010, rupanya menjadi inspirasi mereka. Selain menyuguhkan aroma bola, dengan menggantungkan bola di beberapa bagian, panitia juga menempelkan poster piala dunia. Tak hanya itu, banner sosialisasi Pilkada yang menampilkan foto pasangan peserta Pilkada, Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo (Jo-Dy) dan Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi (Wi-Di), juga disulap jadi banner khas pertandingan bola. Jo-Dy vs Wi-Di, kosong-kosong, begitulah makna banner tersebut.


tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…