Senin, 26 April 2010 16:06 WIB Pilkada,Solo Share :

Eddy
Regulasi untungkan incumbent

Solo (Espos)–Kubu calon Walikota Solo Eddy S Wirabhumi menyatakan salah satu faktor penting yang mengganjalnya dalam perebutan kursi AD 1 A yakni regulasi yang mengatur pasangan incumbent tidak harus cuti dari jabatannya sejak enam bulan sebelum pemungutan suara.

Penegasan tersebut disampaikan Eddy dan Mbak Mung, isterinya, saat ditemui Espos, usai menggunakan hak suaranya di TPS I Baluwarti, Pasar Kliwon, Senin (26/4).

Kendati tidak terang-terangan menyampaikan kendala tersebut sebagai pengganjal utama, namun Eddy mengakui, regulasi tersebut begitu menguntungkan pasangan incumbent. Pasalnya, pada praktiknya masyarakat menjadi  sulit membedakan manuver Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo (Jo-Dy), apakah sebagai calon walikota-wakil walikota, atau sebagai walikota dan wakil walikota.

“Dikarenakan tidak lepas baju, susah dibedakan kapasitas mereka sebagai apa. Bedanya tipis,” ujarnya.

Namun Eddy mengakui, selain persoalan regulasi, dirinya dan tim sukses memiliki sejumlah kelemahan dan kekurangan. Diantaranya yakni rontoknya koalisi perubahan yang dibangun bersama sejumlah partai politik (Parpol).

Kondisi tersebut membuat manuver yang dilakukan tidak setajam yang diharapkan. Faktor penghambat lain yaitu minimnya waktu sosialisasi dirinya yang hanya sekitar tiga bulan. Padahal sebelumnya Eddy mengakui tidak begitu dikenal masyarakat Kota Bengawan.

Pandangan serupa disampaikan Mbak Mung yang menilai undang-undang (UU) yang membolehkan pasangan incumbent tidak cuti enam bulan sebelum pemungutan suara, tidak adil. Sebab praktiknya incumbent seringkali menggunakan fasilitas pemerintah dalam kegiatan politik mereka.

Bahkan, program-program eksekutif yang belum disetujui DPRD pun selalu digaungkan dalam aktivitas politik incumbent. “Ada kegiatan-kegiatan yang belum digedok DPRD, sudah disampaikan kepada masyarakat. Ini tidak mendidik untuk kompetisi bersih,” katanya.

kur

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…