Minggu, 25 April 2010 20:07 WIB Boyolali Share :

Hasil UN utama diumumkan, siswa dilarang konvoi

Boyolali (Espos)--Hasil ujian nasional (UN) utama tingkat SMA/MA/SMK di Kabupaten Boyolali yang telah dilaksanakan Senin-Kamis (22-25/3) lalu, diumumkan secara serentak hari ini, Senin (26/4). Para siswa dilarang konvoi atau arak-arakan pascapengumuman.

“Ya, hasil UN tingkat SMA/MA/SMK sudah kami terima dari Disdikpora Provinsi Jateng Sabtu (24/4) sore kemarin. Dari Disdikpora Boyolali, daftar kolektif hasil ujian nasional (DKHUN) kemudian diserahkan ke sekolah-sekolah untuk dilakukan rapat pleno, melalui rapat penegas yang dilaksanakan Senin pagi, kemudian akan mulai diumumkan siang harinya, sekitar pukul 14.00 WIB,” ungkap Ketua Panitia UN Kabupaten Boyolali, Sunarto, ketika dikonfirmasi Espos, Minggu (25/4).

Namun Sunarto mengaku belum dapat menyebutkan persentase jumlah siswa yang lulus ataupun yang tidak lulus. Sebab menurut dia, pengumuman hasil UN tersebut baru merupakan tahap pertama mengingat hasil UN susulan belum keluar.

“Jadi persentase total kelulusan siswa tingkat SMA/MA/SMK ini baru bisa diperoleh setelah UN susulan keluar hasilnya,” terang Sunarto.
Lebih lanjut Sunarto menjelaskan pengumuman tahap pertama hasil UN tersebut tergantung keputusan masing-masing sekolah melalui rapat penegas yang dilaksanakan kepala sekolah dan para guru. Sehingga, antarsekolah bisa saja berbeda waktunya.

“Yang melakukan rapat pleno adalah para guru dengan kepala sekolah, untuk menentukan hasil kelulusan para siswanya. Jadi bisa saja, pengumuman hasil UN oleh sekolah pada hari Selasa mendatang. Tapi kami sudah mengimbau agar pengumuman tahap pertama bisa dilakukan secara serentak besok Senin, sekitar pukul 14.00 WIB,” ujarnya.

Sunarto menambahkan pihaknya juga telah mengimbau agar pengumuman hasil UN tidak dilakukan di sekolah-sekolah, melainkan dikirim ke rumah siswa. Hal itu untuk menghindari terjadinya aksi berlebihan para siswa, seperti konvoi atau arak-arakan, maupun aksi corat-coret baju.

“Kami juga mengimbau kepada pihak sekolah agar melarang para siswanya untuk tidak menindaklanjuti kelulusan mereka dengan aksi yang mengundang kontroversi dari masyarakat, seperti konvoi atau arak-arakan. Akan lebih baik jika siswa merayakan kelulusan dengan hal-hal positif, seperti menyumbang buku pelajar maupun baju seragam bekas kepada adik-adik kelasnya,” terang dia.

sry

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…