Minggu, 25 April 2010 19:58 WIB Karanganyar Share :

49 Warga Guyangan terjangkit Skabies

Karanganyar (Espos)–Sedikitnya 49 warga Dukuh Guyangan Desa Anggrasmanis, Jenawi, terjangkit penyakit skabies atau gudik sekitar dua pekan terakhir. Hal itu diduga akibat faktor lingkungan dan kebiasaan masyarakat yang belum menerapkan pola hidup bersih.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Fatkhul Munir, menyatakan telah menerjunkan tim guna proses investigasi dan intervensi terhadap penderita. Warga juga diingatkan untuk menjemur semua perabotan yang dimiliki untuk mengantisipasi kemungkinan berkembangnya kutu penyebar wabah itu.

“Setelah mendapat laporan, sejak Senin (19/4) lalu kami langsung investigasi ke lapangan. Ternyata memang benar skabies. Sebagai upaya pengendalian, warga kami berikan salep dan sabun antiseptik, selain itu mereka diminta menjemur peralatan rumah tangga masing-masing,” ungkapnya kepada wartawan di sela-sela sebuah acara di kompleks DPRD Karanganyar, Minggu (25/4).

Munir mengatakan, salah satu pemicu munculnya penyakit skabies yang menyerang puluhan warga di Dukuh Guyangan adalah lingkungan setempat yang sangat lembab. Hal itu diperparah kandang-kandang ternak yang menyatu dengan bangunan utama tempat tinggal. Selain itu, ujarnya, masyarakat umumnya kurang memperhatikan kebersihan alat-alat rumah tangga dan pakaian yang dikenakan.

“Sebagai contoh adalah baju-baju yang digunakan ke sawah hanya digantungkan saja seusai dipakai. Seterusnya begitu dan tidak pernah dicuci agar bersih. Padahal kutu penyebab yang dikenal dengan tungau senang sekali tinggal ditempat-tempat yang lembab dan kotor,” jelasnya memaparkan. Selain gatal-gatal, kata Munir, skabies mengakibatkan penderita mengalami luka-luka.

Kabid P2PL juga menuturkan, wabah skabies di Dukuh Guyangan awalnya hanya menyerang beberapa orang di salah satu keluarga. Namun penyakit itu menyebar dengan cepat dan menular ke warga-warga lain di lingkungannya dalam waktu singkat. Warga sendiri baru melaporkan kasus itu ke Dinkes setelah jumlah penderita gudik di Dukuh Guyangan terus bertambah dari waktu ke waktu.

try

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…