Sabtu, 24 April 2010 11:35 WIB News Share :

Spanduk penolakan sambut Jupe

Pacitan — Kedatangan artis Julia Perez alias Jupe ke Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, hari ini, Sabtu (24/4) disambut dengan spanduk penolakan dari kalangan aktivis dan Ormas berbasis keagamaan.

Koordinator Aliansi Perempuan Pacitan (APP), Ririn Subiyanti, mengatakan spanduk yang dipasang itu merupakan himbauan moral bagi masyarakat agar mempertimbangkan betul dalam memilih calon pemimpin. “Kami memasang spanduk berisi pesan moral di beberapa tempat. Kami berharap ini akan memberikan wawasan bagi masyarakat Pacitan dalam memilih calon pemimpin ke depan,” jelasnya, Sabtu.

Salah satu spanduk penolakan Jupe itu dipasang di sekitar kawasan Kantor Pemerintah Kabupaten Pacitan, tepatnya di depan Kantor Badan Kepegawaian daerah (BKD) Jalan Jaksa Agung Soeprapto. Spanduk tersebut berisi tulisan Bila Suatu Urusan Diserahkan Pada yang Bukan Ahlinya, Tunggulah Kehancurannya dan Sebaiknya Jupe Jadi Artis Saja, Jangan Jadi Cawabup Pacitan.

Spanduk ini jadi perhatian pengguna jalan setempat. Ririn menjelaskan bahwa saat ini sedikitnya sudah 20 organisasi masyarakat  yang menolak Jupe mencalonkan sebagai wakil bupati Pacitan. “Sampai sekarang sudah ada 20 lembaga atau Ormas yang menyatakan sikap menolak Jupe mencalonkan wakil bupati Pacitan,” ucapnya yang juga menjadi Ketua Bidang Kewanitaan Yayasan Ar Rahmah Kabupaten Pacitan ini.

Menurutnya, 20 lembaga itu terdiri dari unsur Ormas besar seperi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi pemuda, organisasi mahasiswa, dan Ormas yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan. Delapan lembaga merupakan penggagas sejak awal dan 12 Ormas lainnya adalah organisasi pendukung.

Ketua Pengurus Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Pacitan, Indaryati, membenarkan dukungan atas penolakan artis bernama asli Yuli Rachmawati tersebut. “Aisyiyah menilai sosok Jupe tidak layak mencalonkan sebagai wakil kepala daerah, dia tidak memenuhi persyaratan menurut pendapat kami,” katanya di sela-sela pemasangan spanduk.

Menurutnya, dari segi profesionalisme, Jupe kurang layak mencalonkan sebagai pemimpin. “Profesionalisme itu dilihat dari latar pendidikan dan pengalaman kepemimpinannya. Jupe bukan lulusan sarjana dan tidak pernah memiliki kepemimpinan baik di partai politik ataupun birokrasi,” jelasnya.

Hari ini Jupe dijadwalkan tiba di Pacitan dan melakukan beberapa agenda termasuk bertemu dengan Bupati Pacitan, Sujono.

tempointeraktif/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…