Sabtu, 24 April 2010 20:48 WIB Solo Share :

Soekamdani terima gelar KPH dari Mangkoenagoro IX

Solo (Espos)–Prof Dr H Soekamdani Sahid Gitosarjono beserta istri Hj Juliah Soekamdani mendapat kehormatan yang luar biasa pada acara ‘Pahargyan Wiyosan Jumenengandalem Kaping 22 Warsa KGPAA Mangkoenagoro IX’, Sabtu (24/4) di pendapa ageng Pura Mangkunegaran, Solo.

Dalam rangkaian acara ‘Wiyosan Jumenengan KGPAA Mangkoenagoro IX’ tersebut, MN IX hanya memberikan dua gelar kepangkatan kepada Soekamdani dan istri.

Ketua Yayasan Mangadeg Surakarta tersebut menerima gelar kepangkatan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) dari MN IX. Gelar tertinggi yang diberikan di luar kerabat dalem atau keluarga tersebut diterima Soekamdani karena dedikasinya yang tinggi pada Yayasan Mangadeg Surakarta.

Sebelumnya pemilik Sahid Grup tersebut mendapatkan gelar Kanjeng Raden Haryo (KRH) dari Mangkoenagoro VIII, dua puluh tiga tahun silam. Sedangkan istri Hj Juliah Soekamdani menerima gelar KRAy (Kanjeng Raden Ayu) dari MN IX.

“Dua puluh tiga tahun silam saya terima gelar KRH dari MN VIII, kemudian tahun ini dianugerahi gelar KPH dari MN IX. Bagi saya anugerah, namun yang penting adalah bagaimana meningkatkan dan memelihara kebudayaan, terutama kebudayaan yang ada di Pura Mangkunegaran,” ungkap pengusaha yang juga menerima gelar KP (kanjeng pangeran) dari Keraton Kasunanan Surakarta ini.

ema

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…