Sabtu, 24 April 2010 20:21 WIB Wonogiri Share :

Polisi tetap lanjutkan kasus Slogohimo

Wonogiri (Espos)–Polres tetap melanjutkan penanganan kasus yang dialami Triyono alias Kenthung, 28, warga Sukomangu, Slogohimo dan Naryanto, 29, warga Nadi, Talesan, Purwantoro. Keduanya didakwa melakukan pemerasan dan ancaman terhadap korban Eko Susilo, 23, warga Girimarto.

Warga Sologohimo yang membentuk Forum Komunikasi persaudaraan Setia hati (FKPSHT) pun meminta persidangan segera digelar agar semua terungkap. Pernyataan itu disampaikan Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto dan Koordinator FKPSHT Kastomo saat ditemui Espos secara terpisah, Sabtu (24/4).

“Pertemuan digelar Jumat kemarin di Mapolres antara perwakilan FKPSHT dan keluarga korban serta kami. Dalam pertemuan itu, akhirnya dipahami duduk persoalannya. Apalagi berkas sudah di kejaksaan untuk penelitian kelengkapan sebelum P21 (lengkap),” ujar Kapolres seusai mengikuti pembukaan Musda ke-V LDII Wonogiri di Gedung Giri Wahana, Kompleks GOR Giri Mandala.

Bagaimana dengan dugaan makelar kasus yang dilakukan anggota? Kapolres mengatakan belum terjadi. “Ada upaya, namun tidak terjadi karena kasusnya ditangani Polres. Jadi baru akan dan mencoba.”

Terpisah, Koordinator FKPSHT Slogohimo, Kastomo mengatakan Jumat ratusan warga sudah berkumpul untuk mengeruduk Mapolsek. “Namun mampu kami kendalikan dan bubar, karena kami mendapat telepon dari pak Kapolres untuk penyelesaian perkara. Pertemuan digelar di Mapolres,” ujarnya.

Kastomo meminta Kapolres tidak melindungi anggota yang salah. “Jika memang ada anggota yang keliru, dipindah saja dan diberi sanksi. Dalam pertemuan dengan Pak Kapolres saya ungkapkan kronologis dan upaya meminta Rp 15 juta dari oknum anggota,” ujarnya.

Kastomo meminta berkas segera lengkap dan perkara dilimpahkan ke persidangan. “Dalam persidangan akan terungkap, mana yang benar dan salah.”

Diberitakan, penanganan perkara yang menyeret Triyono alias Kenthung, 28, warga Sukomangu, Slogohimo dinilai tidak pas, lantaran korban dan pelaku telah menyelesaikan secara kekeluargaan. Di antara keduanya telah membuat surat pernyataan yang intinya tidak akan mengulang perbuatannya.

tus

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…