Sabtu, 24 April 2010 12:54 WIB News Share :

Pasca ricuh, PT Drydocks Graha pecat sebagian pekerja WN India

Jakarta–Tuntutan pekerja WNI agar pekerja WN India dipecat pasca kerusuhan yang terjadi pada Kamis (22/4) terkabul. Untuk menghindari hal serupa terjadi lagi, PT Drydock Graha memecat sebagian pekerja WN India.

“Sebagian sudah diberhentikan, yang dianggap tidak bisa bekerjasama,” ujar Kapoltabes Batam, Kombes Pol Leo Braksan Sabtu (24/4).

Leo mengatakan,  pekerja WN India lainnya dinonaktifkan sementara. Mereka akan digantikan dengan tenaga ahli asing dari negara lain. Penonaktifan sementara ini belum diketahui sampai kapan tergantung dari pihak manajemen perusahaan.

“Kurang lebih itu hasil rapat kemarin. Memang nggak semuanya sama. Masih ada (WN India) yang baik,” katanya.

Kebijakan ini sudah diberlakukan sejak Jumat (23/4). Sedangkan untuk pekerja Indonesia masih diliburkan karena memang perusahaan masih belum bisa beroperasi seperti semula.

“Kerusakan 75 persen. Sehingga masih belum bisa bekerja lagi. Senin ini masih belum bisa,” imbuhnya.

Menurut Leo, pihak manajemen perusahan masih terus membenahi segala kerusakan yang terjadi. Perusahaan berjanji secepatnya mungkin mengaktifkan kembali aktivitasnya.

“Pekerja tadi masih beres-beres. Perusahaan masih berusaha secepatnya untuk memperbaiki segala kerusakan,” tandasnya.

Selain memecat sebagian pekerja, hasil rapat Muspida Batam juga meminta agar para WN India di Batam meminta maaf kepada rakyat Indonesia pasca kerusuhan terjadi.

“Kemarin tokoh masyarakat WN India sudah meminta maaf atas kejadian tersebut yang menyebabkan ketersinggungan dan ketidaknyamanan masyarakat Indonesia,” jelasnya.

PT Drydocks World mempunyai tiga anak perusahaan. Dua di antaranya PT Drydocks Naninda dan PT Drydocks Graha. Kerusuhan terjadi hanya di PT Drydocks Graha. Total pekerja PT Drydocks World mencapai kurang lebih 25.000 orang.

Sebelumnya tersangka biang kerok kerusuhan dari pekerja WN India berinisial B sudah ditahan di Poltabes Balerang, Batam. B mengeluarkan kata-kata kasar yang menghina bangsa Indonesia dan pekerja WNI. Kata-kata itu pun menyulut kemarahan pekerja WNI.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…