Sabtu, 24 April 2010 16:16 WIB News Share :

Pasca penyerangan OPM,ratusan warga mengungsi

Jayapura–Ratusan warga di Distrik Tingginambut dan Mewoluk mengungsi ke gereja-gereja setempat dan ke Kota Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya Papua, pasca penyerangan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Warius Telenggen.

Penyerangan itu terjadi dua pekan lalu dengan sasaran tujuh orang karyawan PT Modern Widya Technical. Kepala Kampung Purleme, Sam Telenggen mengatakan masyarakat setempat masih ketakutan, mereka juga was-was untuk menjalankan aktifitas sehari-hari.

“Saat ini mereka mendengar isu simpang siur yang menyebutkan akan ada penyerangan kepada warga setempat dari pihak aparat keamanan ataupun dari kelompok OPM ini,” ungkapnya kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (24/4).

Namun, masyarakat telah melaporkan kejadian ini kepada Brimob di pos terdekat dan minta bantuan jika tiba-tiba kelompok OPM menyerang mereka. “Saat ini masyarakat dalam keadaan siaga untuk berperang. Mereka membentuk delapan kelompok lengkap dengan sejata tradisional untuk antisipasi penyerangan dari OPM,” katanya.

Warga setempat juga marah kepada kelompok OPM, karena jalan yang sedang dikerjakan oleh PT Modern Widya Technical diganggu. “Jalan yang sedang dibangun ini adalah jalan satu-satunya dari Distrik Mewoluk menuju ke Kota Mulia. Jalan ini dibangun untuk membuka keterisolasian masyarakat setempat,” ujarnya.

Pasca kejadian penyerangan kepada karyawan PT Modern ini, lima sekolah didua distrik itu dibakar. “Anak-anak terpaksa tak sekolah lagi, kami mita Pemda setempat mendengar keluhan ini,” jelasnya.

Kelompok OPM di Puncak Jaya, menurut Sam masih dibawah komando Goliat Tabuni yang bermarkas di Tingginambut. Menurut Sam senjata api yang mereka miliki juga lebih dari 10 pucuk. “Senjata itu adalah rampasan dari aparat keamanan sejak tahun 2006 lalu,” ungkapnya.

Dirinya berharap Pemda setempat bertanggung jawab dengan adanya kelompok OPM yang sudah mengganggu warga setempat sejak tahun 2004 lalu. “Kami minta aparat TNI/Polri ditambah di Distrik Tingginambut dan Mewoluk, agar kami tidak hidup ketakutan lagi,” ujarnya.

tempointeraktif/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…