Sabtu, 24 April 2010 19:45 WIB Pilkada,Solo Share :

Masa tenang, kampanye terselubung terus terjadi

Solo (Espos)–Masa tenang di hari kedua, aksi bagi-bagi sembako dan dugaan kampanye terselubung masih terus terjadi. Kali ini, indikasi pelanggaran yang ditemukan Panwas terjadi di tiga wilayah sekaligus, yakni Mojosongo, Kentingan Baru, serta Jagalan Kecamatan Jebres.

“Di Mojosongo dan Kentingan Baru berupa bagi-bagi sembako. Sedang di Jagalan terdapat salah satu pengurus DPD PAN Solo terindikasi melakukan kampanye terselubung dengan memakai atribut Jo-Dy,” tegas Ketua Panwascam Jebres, Muhammad Muttaqin saat ditemui Espos di sekretariatnya, Sabtu (24/4).

Muttaqin menjelaskan, soal bagi-bagi Sembako modusnya kian beragam. Sehingga, pihaknya tak menemukan bukti secara langsung dan tak bisa dijerat pelanggaran pidana di lokasi. “Modusnya memakai organisasi kepemudaan yang tengah menggelar ulang tahun. Satunya lagi, dengan membawa uang Rp 2.000 untuk bisa mendapatkan sembako. Sehingga, terkesan bukan bagi-bagi sembako,” terangnya.

Dia mengindikasikan, bagi-bagi sembako di Mojosongo dan Kentingan Baru itu dilakukan oleh pasangan Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi (Wi-Di). “Soalnya, isi sembakonya sama persis dengan sembako di Serengan meski tak kami temukan adanya stiker bergambar pasangan Wi-Di,” terangnya.

Adapun pelanggaran kedua ialah dugaan adanya kampanye teselubung yang dilakukan oleh calon pasangan Jo-Dy. Petugas Panwas Lapangan (PPL), Supriyanto menjelaskan, temuan adanya dugaan kampanye terselubung terjadi ketika Walikota Solo, Joko Widodo melakukan peresmian gedung SD Muhammdiyah 8 di Jagalan, Jebres, Sabtu (24/4).

Dalam acara tersebut, PPL memergoki salah satu pengurus DPD PAN, Agus Setiawan tengah mengenakan atribut bertuliskan Jo-Dy. “Saya saat itu, saya menyamar untuk mengawasi perjalanan acara yang dihadiri Walikota Solo. Di sana, ada pengurus DPD PAN Solo yang memakai atribut bertuliskan Jo-Dy. Kami sudah memiliki barang bukti,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Agus Setiawan mengaku hanya ingin memenuhi undangan dan menemani istrinya yang bekerja di SD Muhammdiyah 8. Sehingga, dia membantah jika dikatakan telah melakukan kampanye terselubung. “Saya memang memakai pakaian bertuliskan Jo-Dy, tapi saya tak melakukan kampanye di sana,” bantahnya.

Wakil Ketua tim pemenangan Wi-Dy, Supriyanto juga membantah jika bagi-bagi sembako yang terjadi di sejumlah wilayah itu dilakukan oleh pasangan Wi-Di. “Tim pemenangan Wi-Di tak pernah membagi-bagikan sembako,” bantahnya.

asa

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…